Teknologi

Strategi “Data Gratis”: Mengapa OpenAI, Google, dan Perplexity Membanjiri India dengan AI Premium?

×

Strategi “Data Gratis”: Mengapa OpenAI, Google, dan Perplexity Membanjiri India dengan AI Premium?

Share this article

KORDANEWS – India kini telah resmi menjadi medan pertempuran utama bagi raksasa teknologi global. Dalam langkah yang mengejutkan pasar teknologi di penghujung tahun 2025, tiga pemain besar—OpenAI, Google, dan Perplexity—secara serentak menawarkan layanan AI tercanggih mereka secara cuma-cuma kepada ratusan juta warga India.

Di balik kemurahan hati ini, terdapat strategi bisnis jangka panjang yang krusial: perburuan data dari pasar seluler terbesar kedua di dunia.

I. Tawaran yang Menggoda: Premium Menjadi Gratis
Perusahaan-perusahaan ini tidak lagi memberikan versi “Lite” atau terbatas, melainkan akses penuh ke model AI yang sebelumnya hanya bisa dinikmati dengan biaya berlangganan bulanan yang mahal.

1. Google dan Dominasi Reliance Jio
Melalui kolaborasi dengan raksasa telekomunikasi Reliance Jio, Google menawarkan langganan Gemini AI Pro senilai $400 (sekitar Rp6,3 juta) secara gratis selama 18 bulan. Dengan lebih dari 500 juta pelanggan Jio, Google secara efektif memasukkan asisten AI-nya ke dalam saku hampir separuh populasi pengguna internet di India.

2. OpenAI: Mengamankan Posisi Nomor Satu
India telah melampaui Amerika Serikat sebagai basis pengguna harian terbesar bagi ChatGPT. Untuk mengunci dominasi ini, OpenAI meluncurkan paket “ChatGPT Go”—sebuah versi premium yang kini digratiskan khusus untuk pasar India selama satu tahun penuh. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan rencana pembangunan infrastruktur pusat data 1-gigawatt di wilayah tersebut.

3. Perplexity: Serangan Kilat Bersama Airtel
Meski lebih kecil, Perplexity AI tidak mau kalah. Bekerja sama dengan operator Airtel, mereka memberikan Perplexity Pro gratis selama satu tahun. Hasilnya instan: kontribusi pengguna India melonjak dari 7% menjadi lebih dari 33% dari total lalu lintas global mereka.

II. Mengapa Sekarang? Perburuan “Emas Hitam” Baru
Pertanyaan besar yang muncul adalah: Mengapa memberikan produk senilai jutaan rupiah secara gratis? Jawabannya terletak pada satu kata: Data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *