KORDANEWS – Dunia teknologi kembali dikejutkan oleh inovasi dari Negeri Tirai Bambu. Jika selama ini robot humanoid identik dengan harga miliaran rupiah dan hanya dimiliki oleh laboratorium riset atau pabrik raksasa, sebuah perusahaan rintisan bernama Noetix Robotics baru saja memecahkan stigma tersebut. Mereka resmi meluncurkan Bumi, robot humanoid pertama di dunia yang dijual dengan harga setara—bahkan lebih murah—dari sebuah smartphone flagship.
Harga yang Mendisrupsi Pasar
Robot Bumi dibanderol dengan harga 9.998 Yuan, atau sekitar Rp23,4 juta. Sebagai perbandingan, harga ini hampir setara dengan harga peluncuran iPhone 17 Pro di Indonesia, dan jauh lebih murah dibandingkan varian iPhone 17 Pro Max 2TB yang bisa mencapai angka Rp40 jutaan.
Kehadiran Bumi menciptakan kontras yang sangat tajam dengan pesaing dari Amerika Serikat. Sebagai gambaran, robot Tesla Optimus milik Elon Musk diprediksi akan dijual di kisaran Rp330 juta hingga Rp500 juta, sementara robot Digit dari Agility Robotics dibanderol sekitar Rp4 miliar.
Mampu Apa Saja Robot Seharga Ponsel Ini?
Meski harganya terjangkau, Bumi bukanlah sekadar mainan plastik. Dengan tinggi sekitar 94 cm dan berat hanya 12 kg, robot ini memiliki kemampuan yang cukup impresif:
- Mobilitas: Mampu berjalan, berlari, menari, dan menjaga keseimbangan dengan baik.
- Interaksi: Dilengkapi dengan sensor suara untuk merespons perintah verbal.
- Pemrograman Mudah: Menggunakan sistem drag-and-drop yang intuitif, sehingga anak-anak atau pemula bisa memprogram gerakannya tanpa perlu menguasai bahasa koding yang rumit.
- Daya Tahan: Menggunakan baterai 48-volt yang mampu mengoperasikan robot hingga 2 jam pemakaian aktif.
- Rahasia di Balik Harga Murah
Banyak pihak bertanya-tanya bagaimana Noetix Robotics bisa menekan harga sedemikian rendah. Sang pendiri, Jiang Zheyuan, menjelaskan bahwa kunci kesuksesan mereka terletak pada tiga hal: - Integrasi Vertikal: Mereka merancang sendiri papan kontrol dan penggerak motor tanpa membelinya dari pemasok pihak ketiga.
- Material Komposit: Penggunaan material komposit yang diperkuat logam hanya pada bagian tertentu membuat bobot robot ringan, sehingga tidak memerlukan motor penggerak yang besar dan mahal.
Rantai Pasokan Lokal: Hampir 100% komponen Bumi dipasok dari jaringan manufaktur domestik China yang sangat efisien.













