KORDANEWS – Dunia logistik masa depan sempat terlihat begitu dekat ketika Amazon mengumumkan rencana besar untuk mengisi langit Italia dengan drone pengantar paket. Namun, di penghujung tahun 2025, visi futuristik tersebut harus terkubur. Amazon secara resmi mengonfirmasi pembatalan rencana peluncuran layanan Prime Air di Italia, sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak, terutama setelah serangkaian uji coba yang terlihat menjanjikan.
Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi global Amazon dan memberikan gambaran nyata tentang betapa sulitnya mengawinkan teknologi mutakhir dengan birokrasi serta realitas ekonomi di Eropa.
Optimisme yang Berujung Buntu
Hanya setahun yang lalu, pada akhir 2024, warga di kota San Salvo, wilayah Abruzzo, menyaksikan sejarah kecil saat drone Amazon sukses mendaratkan paket pertama dalam sebuah uji coba perdana. Saat itu, hubungan antara raksasa e-commerce asal Amerika ini dengan otoritas penerbangan sipil Italia (ENAC) tampak sangat harmonis. Italia digadang-gadang akan menjadi pemimpin pengiriman udara di Uni Eropa.
Namun, memasuki akhir Desember 2025, suasana berubah drastis. Amazon menarik diri dari kesepakatan tersebut, meninggalkan tanda tanya besar bagi pemerintah Italia yang telah mengalokasikan sumber daya untuk mendukung infrastruktur “jalur udara” rendah bagi drone.
Labirin Regulasi dan Kepentingan Bisnis
Banyak yang menduga hambatan utama adalah masalah teknis atau keamanan terbang. Namun, laporan internal menunjukkan bahwa kendala sesungguhnya adalah kerangka regulasi bisnis. Meskipun ENAC sangat kooperatif dalam memberikan izin terbang, Amazon menemukan bahwa aturan operasional komersial di Italia terlalu kaku untuk mendukung model bisnis drone yang berkelanjutan dalam jangka panjang.













