Sport

Gary Neville Bandingkan Ledakan Emosi Ruben Amorim dengan Enzo Maresca: ‘Never Good’

×

Gary Neville Bandingkan Ledakan Emosi Ruben Amorim dengan Enzo Maresca: ‘Never Good’

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Mantan kapten Manchester United sekaligus analis sepak bola, Gary Neville, mengkritik sikap pelatih Manchester United Ruben Amorim setelah ledakan emosinya dalam konferensi pers. Neville membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman Enzo Maresca, dan menegaskan bahwa momen seperti itu “never usually good” bagi sebuah klub besar .

Komentar Neville muncul setelah Amorim meluapkan kekecewaannya secara terbuka terkait struktur internal klub, termasuk dukungan manajemen dan proses rekrutmen pemain. Pernyataan tersebut dinilai mencerminkan adanya ketegangan di balik layar Manchester United, yang saat ini tengah berada dalam tekanan akibat hasil pertandingan yang tidak konsisten.

Dalam analisisnya di Sky Sports, Neville mengatakan bahwa situasi tersebut mengingatkannya pada momen ketika Enzo Maresca, saat menangani Chelsea, menyampaikan komentar emosional tentang masa sulit yang ia alami. Tak lama setelah insiden tersebut, hubungan Maresca dengan klub berakhir. Neville menilai pola seperti ini kerap menjadi sinyal awal masalah yang lebih besar di internal klub.

“Ketika seorang pelatih mulai mengungkapkan ketidakpuasan secara publik, biasanya itu bukan pertanda baik,” ujar Neville. Ia menambahkan bahwa meski setiap kasus memiliki konteks berbeda, dinamika kekuasaan dan komunikasi internal yang terganggu sering berujung pada ketidakstabilan tim.

Ledakan emosi Amorim juga terjadi di tengah sorotan besar terhadap performa Manchester United pada musim berjalan. Beberapa pengamat menilai bahwa pernyataan terbuka semacam itu berpotensi memengaruhi ruang ganti, hubungan dengan manajemen, serta persepsi publik terhadap kepemimpinan sang pelatih.

Amorim sendiri menegaskan bahwa komentarnya bukan bentuk pemberontakan terhadap klub, melainkan ungkapan kejujuran dalam situasi penuh tekanan. Ia juga menyatakan tetap berkomitmen penuh untuk membawa Manchester United keluar dari periode sulit.

Namun, Neville menekankan bahwa di klub sebesar Manchester United, cara menyampaikan pesan sama pentingnya dengan isi pesan itu sendiri. Menurutnya, kritik internal yang disampaikan ke publik bisa memperumit situasi dan memperbesar tekanan, baik bagi pelatih maupun pemain.

Perbandingan dengan kasus Maresca menjadi pengingat bahwa konflik terbuka antara pelatih dan manajemen sering kali berujung pada perubahan besar. Bagi Amorim, perhatian kini tertuju pada bagaimana ia mengelola komunikasi dan hasil di lapangan dalam beberapa pekan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *