KORDANEW – Tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang paling sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Harganya terjangkau, mudah diolah, dan bisa dipadukan dengan berbagai menu. Namun, muncul pertanyaan yang kerap dibahas: lebih sehat tahu rebus atau tahu goreng untuk konsumsi sehari-hari? Jawabannya sangat bergantung pada cara pengolahan dan tujuan kesehatan masing-masing.
Tahu Rebus: Pilihan Aman untuk Konsumsi Harian
Tahu rebus atau tahu kukus dikenal sebagai olahan paling sederhana sekaligus paling sehat. Proses perebusan tidak menambahkan lemak tambahan sehingga kandungan protein, kalsium, dan isoflavon di dalam tahu tetap terjaga. Kalori yang dihasilkan pun relatif rendah, membuat tahu rebus cocok dikonsumsi setiap hari.
Bagi orang yang sedang menjaga berat badan, memiliki kolesterol tinggi, atau mengontrol tekanan darah, tahu rebus menjadi pilihan aman. Selain itu, tahu rebus juga lebih ramah bagi sistem pencernaan karena teksturnya lembut dan mudah dicerna.
Tahu Goreng: Lezat tapi Perlu Dibatasi
Tahu goreng memang memiliki rasa gurih dan tekstur renyah yang menggugah selera. Namun, proses penggorengan membuat tahu menyerap minyak dalam jumlah cukup banyak. Akibatnya, kadar lemak dan kalorinya meningkat signifikan dibanding tahu rebus.
Jika dikonsumsi terlalu sering, tahu goreng dapat berkontribusi pada peningkatan kolesterol dan risiko gangguan jantung, terutama bila digoreng dengan minyak yang dipakai berulang kali. Meski begitu, tahu goreng masih boleh dinikmati sesekali sebagai variasi menu, selama tidak berlebihan.













