KORDANEWS — Oleh Imaam Yakhsyallah Mansur
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan apabila Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan di dalamnya; maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya ketentuan (Kami), lalu Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al-Isra’ [17]: 16).
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah, dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa frasa “amarnā mutrafīhā” maksudnya adalah, Allah Ta’ala memerintahkan kepada para pembesar negeri untuk berbuat ketaatan dan menegakkan keadilan, tetapi justru mereka mengingkarinya dan berbuat maksiat.
Imam At-Thabari Rahimahullah menjelaskan, kaum mutrafīn adalah kelompok yang paling besar tanggung jawabnya. Ketika mereka mengkhianati amanah kekuasaan dan menggunakan pengaruh demi memperturutkan nafsu dan kepentingan pribadi, maka kerusakan akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Rusaknya sebuah negeri selalu diawali oleh rusaknya para pemimpin, orang-orang berpengaruh di negeri itu, dan para elitnya. Merekalah yang menjadi teladan bagi masyarakat luas dan menentukan kebijakan negerinya.
Kehancuran suatu negeri bukan semata-mata karena dosa individu, melainkan karena kefasikan telah menjadi sistem, budaya, dan kebijakan publik yang dibiarkan, bahkan dipelihara dan berlangsung lama.
Sementara Sayyid Qutb dalam kitabnya Fi Zhilalil Qur’an menegaskan, ayat ini sebagai kritik tajam terhadap peradaban materialistik. Menurutnya, kemewahan yang tidak disertai nilai spiritual melahirkan kesombongan struktural.
Ayat di atas bukan hanya untuk umat terdahulu, melainkan peringatan universal bagi kehidupan saat ini dan yang akan datang. Kehancuran suatu negeri bukan ditentukan oleh lemahnya teknologi atau ekonomi, melainkan oleh kezaliman dan kesombongan para penguasanya sendiri.
Beridirinya Amerika dan Sejarah Kaum Penjahat
Amerika Serikat (AS) berdiri di atas tanah yang direbut dengan peperangan, perampasan dan genosida sistematis terhadap penduduk asli Benua Amerika, yaitu Suku Indian.
Sejak kedatangan kolonialis Eropa pada abad ke-16 hingga pembentukan negara AS pada akhir abad ke-18, Suku Indian mengalami pembantaian massal, pengusiran paksa, dan pemusnahan budaya.
Banyak buku yang mengisahkan tentang peristiwa pembantaian dan pengusiran paksa suku-suku Indian, salah satunya buku berjudul: Unworthy Republic: The Dispossession of Native Americans and the Road to Indian Territory karya Claudio Saunt (2020).
Dalam buku tersebut dikatakan, peristiwa pengusiran paksa suku-suku Indian (Trail of Tears) sebagai bentuk pembersihan etnis (ethnic cleansing) yang dilegalkan oleh pemerintah Inggris saat itu.
Buku sejarah lain berjudul: Bound for America: The Transportation of British Convicts to the Colonies, 1718-1775 karya sejarawan A. Roger Ekirch. Ia secara gamblang menyebut bahwa Inggris membuang 50.000 narapidana ke wilayah Amerika berdasarkan UU yang disahkan Parlemen Inggris saat itu dengan sebutan Transportation Act tahun 1717.
Seiring berjalannya waktu, kekuatan ekonomi dan militer AS meningkat pesat di abad ke-20 yang kemudian mengukuhkan negara itu sebagai adidaya. Kemenangan dalam Perang Dunia II, dominasi dolar sebagai mata uang global, serta kendali atas lembaga-lembaga internasional menjadikan AS berada di puncak tatanan dunia baru (The New World Order).
Dari sinilah watak hegemonik Amerika tumbuh, ketika intervensi, sanksi, dan agresi militer dijadikan sebagai instrumen demi menjaga kepentingannya.
AS tidak hanya mengatur arah ekonomi dan politik global, tetapi juga menentukan siapa yang dianggap “benar” dan siapa yang layak dihukum, meski harus mengorbankan kedaulatan bangsa lain dan membunuh ribuan manusia.
Agresi militer AS ke Vietnam (1955–1975), Irak (1991), Afghanistan (2001), Libya (2011), Yaman (2015), Iran (2025) dan negeri-negeri lainnya, hingga yang terbaru (3 Januari 2026) menyerang Venezuela. Itu semua merupakan bukti tindakan brutal AS yang nyata-nyata melanggar tatanan dunia yang beradab.
Antara Amerika dan Zionis Israel













