Ajax Amsterdam memastikan Jordi Cruyff tetap menjalankan perannya sebagai penasihat teknis PSSI, meski ia telah resmi menandatangani kontrak sebagai Direktur Teknik Ajax. Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran publik sepak bola Indonesia terkait kelanjutan kontribusi Cruyff dalam proyek pengembangan Tim Nasional Indonesia.
Klub raksasa Belanda tersebut mengonfirmasi bahwa penunjukan Jordi Cruyff sebagai Direktur Teknik Ajax tidak akan menghalangi keterlibatannya di luar klub, termasuk perannya bersama PSSI. Ajax menilai tidak ada konflik kepentingan dalam peran rangkap tersebut, selama tanggung jawab utama Cruyff di klub tetap berjalan sesuai kesepakatan.
Jordi Cruyff, putra legenda sepak bola dunia Johan Cruyff, memang memiliki ikatan emosional kuat dengan Ajax. Ia pernah menimba ilmu sepak bola di akademi klub tersebut dan kini dipercaya untuk mengawal arah teknis Ajax dalam jangka panjang, mulai dari pengembangan pemain muda, filosofi permainan, hingga strategi rekrutmen.
Meski fokus utamanya kini berada di Amsterdam, Ajax memberi fleksibilitas kepada Cruyff untuk tetap memberikan masukan strategis kepada PSSI. Peran Cruyff di Indonesia lebih bersifat konsultatif, yakni memberikan pandangan teknis, konsep pengembangan jangka panjang, serta arahan umum terkait pembinaan sepak bola nasional.
PSSI sendiri menyambut positif kepastian ini. Keberlanjutan peran Jordi Cruyff dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program transformasi sepak bola Indonesia, terutama dalam menyelaraskan filosofi permainan tim nasional lintas kelompok umur serta peningkatan kualitas pelatih dan pemain.
Sejak ditunjuk sebagai penasihat teknis, Cruyff dikenal aktif memberikan pandangan mengenai struktur sepak bola modern, pentingnya pembinaan usia dini, serta integrasi data dan sains olahraga. Kehadirannya juga dianggap menambah kredibilitas PSSI di mata internasional, khususnya dalam menjalin kerja sama dengan federasi dan klub luar negeri.
Keputusan Ajax yang mengizinkan Cruyff tetap berperan di PSSI juga menunjukkan hubungan profesional yang saling menghormati antara klub Eropa dan federasi sepak bola nasional. Model kerja sama semacam ini dinilai semakin lazim di era sepak bola modern, di mana figur teknis kerap terlibat dalam lebih dari satu proyek pengembangan.
Dengan tetap bertahannya Jordi Cruyff sebagai penasihat teknis PSSI, publik sepak bola Indonesia berharap transfer pengetahuan dan pengalaman dari Eropa dapat terus berlanjut. Di sisi lain, Ajax berharap pengalaman Cruyff di level internasional juga memberi nilai tambah bagi klub dalam membangun kembali kejayaan mereka di kancah domestik dan Eropa.













