KORDANEWS – Siapa yang bisa membayangkan layar lebar tanpa tatapan tajam dan senyum miring khas Harrison Ford? Selama lebih dari enam dekade, Ford telah menjadi pilar sinema dunia—mulai dari pilot penyelundup antar galaksi hingga arkeolog dengan cambuk ikoniknya. Namun, memasuki Februari 2026, sebuah narasi baru mulai muncul ke permukaan: Apakah sang legenda benar-benar siap untuk gantung sepatu?
Sinyal yang Berbeda di Tahun 2026
Selama bertahun-tahun, pertanyaan tentang pensiun selalu dijawab Ford dengan gaya “Indiana Jones” yang keras kepala. Ia sering berkelakar, “Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan di rumah jika tidak bekerja.” Namun, dalam tur pers terbaru untuk serial hitnya, Shrinking, suasana berubah menjadi lebih kontemplatif.
Di usia 83 tahun, Ford melontarkan pernyataan yang membuat industri film tertegun. Ia menyebutkan bahwa jika serial ini menjadi “tarian terakhirnya” di depan kamera, ia akan merasa “sangat puas dan cukup.” Bagi seorang aktor yang terkenal sangat gila kerja, kata “cukup” adalah sebuah pernyataan besar yang jarang terdengar.
Dari “Anti-Pensiun” Menjadi “Sangat Puas”
Apa yang berubah? Sepertinya ini bukan tentang kelelahan fisik, melainkan tentang kepuasan emosional. Dalam beberapa tahun terakhir, Ford telah melakukan transisi yang sangat sukses dari bintang laga layar lebar ke karakter yang lebih kompleks di layar kaca:
- Shrinking: Perannya sebagai Paul Rhodes, seorang terapis yang melawan Parkinson, mendapat pujian selangit dan dianggap sebagai akting paling jujur dalam kariernya.
- 1923 (Yellowstone Prequel): Di sini ia menunjukkan karisma kepemimpinan yang belum memudar, membuktikan ia masih merupakan “Alpha” di industri ini.













