Health

Masterclass Kaki: 8 Gerakan Fundamental untuk Membangun Kekuatan dan Definisi Otot Bawah

×

Masterclass Kaki: 8 Gerakan Fundamental untuk Membangun Kekuatan dan Definisi Otot Bawah

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Banyak penggiat kebugaran terjebak dalam rutinitas yang monoton atau terlalu mengandalkan mesin statis di pusat kebugaran. Padahal, rahasia kaki yang kokoh dan terdefinisi terletak pada gerakan compound (majemuk) yang melibatkan banyak sendi dan stabilitas inti tubuh.

Para ahli fisiologi olahraga merekomendasikan variasi gerakan yang menyasar paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstrings), bokong (glutes), hingga betis (calves). Berikut adalah kurasi gerakan terbaik yang bisa Anda terapkan:

1. Back Squat: “Raja” dari Segala Latihan Kaki

Squat adalah gerakan fungsional paling mendasar. Latihan ini menyasar seluruh bagian bawah tubuh dengan fokus utama pada quadriceps dan glutes.

  • Tips Pro: Pastikan punggung tetap tegak dan beban bertumpu pada tumit, bukan ujung jari kaki, untuk menghindari cedera lutut.

2. Romanian Deadlift (RDL): Fokus pada Rantai Posterior

Berbeda dengan deadlift biasa, RDL sangat efektif untuk meregangkan dan merobek serat otot paha belakang (hamstrings) serta bokong.

  • Mekanisme: Gerakan ini mengandalkan engsel pinggul (hip hinge). Jaga kaki tetap hampir lurus saat menurunkan beban untuk merasakan tarikan maksimal pada paha belakang.

3. Walking Lunges: Melatih Keseimbangan dan Dinamis

Gerakan ini memaksa setiap kaki bekerja secara mandiri (unilateral), yang sangat baik untuk memperbaiki ketidakseimbangan kekuatan antara kaki kiri dan kanan.

  • Keunggulan: Selain otot kaki, lunges sangat menantang stabilitas otot inti (core) Anda.

4. Leg Press: Isolasi Tanpa Beban pada Tulang Belakang

Bagi mereka yang memiliki masalah punggung bawah, Leg Press adalah alternatif luar biasa untuk memberikan tekanan maksimal pada otot paha tanpa membebani tulang belakang secara langsung.

  • Variasi: Mengubah posisi kaki (lebar atau sempit) pada plat mesin dapat menggeser fokus tekanan ke otot paha bagian dalam atau luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *