KORDANEWS – Mapolres OKU ternyata menjadi target serangan para terduga teroris yang dibekuk pada Minggu (10/12/2017) lalu di Muara Enim. Bukan dengan bom bunuh diri, namun dengan yang baru ditemukan dalam sejarah aksi teror di Indonesia.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkrnain Adinegara mengungkapkan, para terduga teroris yang dipimpin oleh SH, pemilik pondok pesantren Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, akan menyerang menggunakan panah yang dilengkapi bahan peledak di ujung panahnya.
Zulkarnain Adinegara mengatakan, fakta tersebut didapat dari hasil pemeriksaan dan dicocokkan dengan barang bukti saat penggerebekan di markas mereka dengan didapati busur, panah, dan bahan peledak.
Dia menjelaskan, panah tersebut tak seperti biasa. Mata panah yang terbuat dari bambu dilengkapi dengan bom berdaya ledak cukup kuat. Cara ini termasuk baru dalam beberapa kasus teror di Indonesia.
Selain Mapolres OKU, lanjut Zulkarnain, jaringan teroris yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu juga menargetkan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
“Alhamdulillah ditangkap lebih dulu sehingga bisa dicegah aksi teror mereka,” ucapnya.
Editor: Janu













