KORDANEWS – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuasin turut andil dalam menurunkan angka gizi buruk di Kabupaten Banyuasin. Hal tersebut di lakukan, karna masih tingginya angka gizi buruk khususnya di wilayah perairan.
Seperti data yang tercatat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, pada tahun 2017 ada 21 orang anak yang mengalami gizi buruk di wilayah perairan.
Kasi Binmas Islam, Kemenag Banyuasin, Hamdan mengatakan, dalam sirgenitas menurunkan angka gizi buruk. Pihaknya akan melaksanakan pembinaan dan pendidikan bagi calon pengantin yang berada di Kabupaten Banyuasin.
“Kita telah mencatat di tahun 2017 ada 6.173 peristiwa pernikahan. Jumlah itu menurun dari tahun sebelumnya. Dalam membina keluarga pentingnya gizi yang baik,” katanya pada kegiatan pertemuan Forum Pemangku Kepentingan (MSF2) Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi di ruang rapat Kantor Bappeda, Kabupaten Banyuasin, Rabu (17/1).
Oleh karna itu, tahun 2018 ini Kemenag berupaya adanya peningkatan hingga ke angka 6.250 peristiwa pernikahan dan 2019, dapat meningkat lagi hingga 6.500.













