KORDANEWS – Bersih-bersih ditubuh Partai Golkar Sumsel terus berlanjut, setelahsebelumnya DPD Gilkar Sumsel memberhentikan Mawardi Yahya atau MY (Ketua DPD II Partai Golkar Ogan Ilir), Muzakir Sai Sohar (Ketua DPD II Partai Golkar Muara Enim). Kini Ridho Yahya (Ketua DPD II Partai Golkar Prabumulih) juga telah menjadi bahan sorotan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Mawardi Yahya diberhentikan karena mencalonkan diri dalam Cawagub Sumsel berdampingan dengan Herman Deru padahal partai itu mengusung pasangan Dodi Reza Alex dan Giri Ramandha N Kiemas.
Sementara Muzakir Sai Sohar diberhentikan dari Partai Golkar karena lebih memilih mengusung istrinya, Shinta Paramitha Sari, yang menggandeng Syuryadi di Pemilihan Kepala Daerah Muara Enim 2018-2023. Sedangkan Partai Golkar sudah memutuskan menjadi partai pengusung paslon Syamsul Bahri-Hanan Zulkarnain.
“Yang tidak loyal, kita beri sanksi. Sanksinya apa, ada didalam AD/ART kami. Sudah kami gantikan Dani Effendi sebagai Plt Ketua DPD II Partai Golkar Sumsel. Bukan dipecat tapi digantikan. Kalau Mawardi bukan dipecat tapi diberhentikan,” katanya.
Untuk, Ridho Yahya, yang rencanakana akan dipecat sebagai kader. Hal itu mengingat Ridho Yahya sebagai kader Golkar namun mengklaim dirinya akan mendukung kakak kandungnya, Mawardi Yahya di Pilgub Sumsel.
Padahal seluruh jajaran Golkar harusnya mendukung Dodi Reza Alex yang merupakan putra sulung Alex Noerdin dan maju sebagai calon Gubernur Sumsel.













