HeadlineSumsel

Satu Hal Sakral Milik Sumsel Yang Dijaga Sekuat Tenaga

×

Satu Hal Sakral Milik Sumsel Yang Dijaga Sekuat Tenaga

Share this article
KORDANEWS – Provinsi Sumatera Selatan kini sudah tidak asing lagi terdengar. Tanah yang dahulunya tempat kerajaan Sriwijaya pernah berdiri bahkan telah diakui oleh dunia, karena di Sumsel belum pernah terjadi kerusuhan antar etnis, suku, agama, maupun antar elemen di Sumsel.
“Zero konflik adalah hal yang paling sakral,”kata Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin

.

Bahkan orang yang telah memimpin Sumsel selama dua periode mengungkapkan, yang paling membanggakan lagi adalah di Provinsi Sumsel terdapat bahasa dan budaya yang berbeda-beda dari daerah satu dan daerah lainnya.

Namun hal tersebut dikatakannya bukanlah pengahalang untuk bertekat, bersatu membangun dan memajukan Provinsi Sumsel.

“Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan terjadi kerusuhan antar etnis, antar umat beragama, damai sudah dibuktikan kalau demo itu biasa demo di Jakarta menuntut jalan tol udah biasa, demo di depan Istana sudah biasa, di sini juga ada demo tetapi ada satu aturan. Boleh demo tapi tidak boleh anarkis, kalo anarkis kita sikat,” ungkapnya

.

Alex menjelaskan dengan Zero Conflict, menjadikan modal utama yang telah dimiliki Sumsel dapat mendatangkan para investor luar negeri untuk bekerjasama melakukan pembangunan daerah. Menjadikan Sumsel, Provinsi lebih baik dan layak di Indonesia bahkan dunia.
“Berdasarkan kekuatan tersebut tidak akan pernah bisa membangun dengan APBD sendiri, harus bisa mendatangkan investor. Siapa yang mau datang di daerah yang konflik, siapa yang mau berinvestasi kalau daerah ini konflik. Oleh sebab itu Provinsi Sumasel bersama dukungan penuh masyarakat Sumsel konsisten untuk tetap menjaga damai dan keamanan Provinsi Sumsel,” tuturnya.
Lebih lanjut, Alex menuturkan Dengan Zero Conflict, Sumsel telah berhasil menggelar event-event olahraga berskala international. Mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014.
“Banyak orang yang tidak percaya, tapi kalau kita mau kita bisa. Berkat persatuan dan kesatuan dan ridho Allah SWT Jakabaring sport City menjadi kawasan wisata olahraga berstandar internasional, kalau tidak internasional standarnya kami tidak akan bangga,”tegasnya.
Untuk itu, disetiap kesempatan Alex, tak henti-hentinya selalu mengingatkan kepada lapisan masyarakat, pemerintah, keamanan, Instasi terkait. Agar dapat mempertahankan Provinsi Sumsel sebagai wilayah zero conflict.
“Saya imbau kepada semua lapisan, kalangan, dapat berpikir dengan rasional. Pertahankan zero conflict ini, kita semua lahir dan tumbuh berkembang di Sumsel maka kita saling jaga satu sama lain jangan ada gesekan antar etnis agama, masyarakat, ras, semuanya. Karena itu modal dan syarat utama untuk melakukan, inventasi dan pembangunan di Sumsel,” imbauannya. (Ab)

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *