KORDANEWS – Proyek jembatan penyeberangan yang menghubungkan Desa Padalarang dan Beringin Jaya, Kecamatan Kikim Selatan, dikawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang dibangun sejak 2014 silam dengan target satu tahun selesai, hingga kini belum juga rampung
Jembatan dengan panjang 450 meter dengan tinggi 15 meter ini terbengkalai, meski warga kadang memaksa untuk menggunakannya. Namun selebihnya, warga lebih memilih jalan melintasi aliran Sungai Pangi,
Mirisnya plat baja sebagai dasarnya bahkan sudah hilang, belum lagi baut-baut diduga dicuri oknum tidak bertanggung jawab, bahkan kerap ada penduduk jadi korban.
Proyek multiyear Pemerintah Provinsi (Pemprov) ini terhenti, disebabkan pendanaan yang belum dikucurkan lagi dan terkesan terbengkalai. Hal ini terlihat dari sebagian akses yang separuhnya belum dicor beton.
Bakri, warga Desa Beringin Jaya mengatakan, dirinya mendengar kalau jembatan tersebut pada 2018 ini akan dilanjutkan pengerjannya.
“Kami dengar kalau 2018 ini, jembatan penyeberangan ini akan dikerjakan lagi. Tapi hingga detik ini belum terlaksana,” ungkapnya.
Ia berharap, kepada pemerintah setempat ataupun provinsi, agar kiranya dapat menyelesaikan untuk kemajuan daerah ataupun memperlancar transportasi penduduk membawa hasil bumi dan lainnya.
“Kami minta dengan pemerintah, agar segera dikerjakan, biar roda perekonomian rakyat lancar dan tidak perlu menyeberangi Sungai Pangi lagi,” tukas Bakri.
Sementara itu, Kepala Desa Beringin Jaya, Ibrahim menyampaikan, dirinya sudah lama menginginkan jembatan penyeberangan tersebut segera dilanjutkan pembangunannya, supaya masyarakat dapat lancar aktifitasnya.
“Saya mewakili warga Beringin Jaya, kepada pemerintah, untuk menyelesaikan jembatan tersebut, agar aktifitas penduduk lancar dan normal,” tukasnya.
Terpisah, Plt Bupati Lahat, Marwan Mansyur SH MM melalui Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Mirza Azhari ST MT membenarkan, dirinya telah mengetahui kondisi akses penyeberangan di Beringin Jaya. Hanya saja, proyek multiyear tersebut, berasal dari Pemprov Sumsel.
“Itu pengerjaannya dari provinsi, kita sudah menyampaikan hal tersebut, untuk dilanjutkan kembali pengerjaannya, sehingga masyarakat dapat kembali beraktifitas,” tegasnya.
Editor: Janu













