KORDANEWS – Aplikasi layanan transportasi online Gojek Indonesia diklaim telah berkontribusi mencapai Rp9,9 triliun per tahun terhadap roda
perekonomian Indonesia.
Nilai tersebut berasal dari kontribusi penghasilan mitra pengemudi sebesar mencapai Rp8,2 triliun per tahun, dan Rp1,7 triliun per tahun dari penghasilan mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan dalam hasil riset bertajuk ‘dampak sosial ekonomi aplikasi on demand terhadap perekonomian Indonesia’ yang diterbitkan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), Kamis (22/3).
“Diperkirakan terdapat tambahan Rp682,6 miliar per bulan yang masuk ke ekonomi nasional sejak mitra pengemudi bergabung dengan Gojek,” demikian tertulis dalam hasil riset.
Selain itu, terdapat tambahan Rp138,6 miliar per bulan yang masuk ke ekonomi nasional sejak mitra UMKM bergabung dengan divisi layanan antar makanan online, Gofood.













