KOEDANEWS – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta pemimpin Muslim dunia bersatu menghadapi Israel.
Berbicara di pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam, Jumat, Erdogan mengatakan Israel harus bertanggungjawab atas kematian beberapa warga Palestina yang mengundang kecaman internasional dan memicu gelombang protes di Asia.
“Untuk mengambil tindakan bagi orang Palestina yang dibantai oleh penjahat Israel, adalah untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kemanusiaan tidak mati,” ujar Erdogan kepada kelompok pemimpin Muslim yang berkumpul di kota terbesar Turki, Istanbul.
Menurut laporan Al-Jazeera, Presiden Turki menggambarkan tindakan Israel atas Palestina sebagai premanisme, kekejaman serta teror.
Pada hari Senin, tepat ketika AS melanjutkan relokasi kontroversial kedutaannya ke Yerusalem, sekitar 62 warga Palestina, termasuk lima anak-anak, tewas dan lebih dari 2.700 orang terluka ketika demonstrasi.
Pada waktu itu, tentara Israel menembaki mereka denan peluru tajam dan gas air mata. KTT Istanbul dihadiri beberapa kepala negara, tetapi Arab Saudi, yang merupakan tuan rumah OIC yang beranggotakan 57 orang, hanya mengirim seorang pejabat senior kementerian luar negeri. Mesir, Bahrain, dan UEA juga mengerahkan menteri tingkat rendah.
Berbicara di konferensi tersebut, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan Palestina telah menjadi simbol bagi orang-orang yang tertindas.













