KORDANEWS – Menelan dana Rp45 miliar pembangunan Teras Bukit Asam Tepian
(TBAT) Lematang, yang berada di kawasan Benteng, Kelurahan Pasar Baru,
Lahat, dinilai belum layak. Selain fasilitas yang tak mendukung, bangunan
tersebut tak aman khususnya bagi pengunjung. Tak hanya itu, adanya potensi
ricuh lantaran ada bagian bangunan yang masuk dalam wilayah tamah TNI AD.
Bahkan, sejak selesai dibangun Desember 2017 lalu, banyak terdapat
kerusakan.
Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi tentang rencana pengelolaan
Teras Bukit Asam Tepian Sungai Lematang dengan Smart Akses Informasi (SAI),
Selasa (22/5) di oproom Pemkab Lahat. PT SAI selaku pihak ketiga yang akan
mengelola menyampaikan sebelum dilakukan serahterima, banyak hal yang masih
harus dibangun dan dibenahi oleh Pemkab Lahat.
“Kita lihat tidak ada pagar pengaman persis di tepian lematang. Kondisi
ini bisa jadi boomerang bagi kita. Jika pengunjung rame dengan berbagai
aktifitas seperti Foto selfi, kita khawatirkan terjatuh,”terang Dirut PT
SAI, Hj, Evi Lidiawati.
Tak hanya itu, tidak ada juga pagar wilayah pengelolaan sehingga pihaknya
masih dibingungkan batas mana saja yang menjadi lokasi TBAT Lematang.
Begitu juga fasilitas tangga gedung yang tak mengakomodir kaum difabel.
Dibeberapa tidak juga masih becek dan perlu dibangun sehingga pengunjung
nyaman saat datang ke lokasi. Belum lagi soal juru parkir yang sudah ada.
“Ini lebih baik kita ungkap di awal. Sehingga Pemkab Lahat selaku pemilik
mengetahui kekurangannya, “ujarnya.
Pihaknya juga meminta kepastian kapan kekurangan tersebut akan kembali
dibangun. Jangan sampai, tegasnya sudah kerjasama tapi kedepanya tidak
berjalan sesuai harapan. Kedepanya, lokasi tersebut akan pihaknya jadikan
lokasi berdagang bagi warga lokal dan destinasi kuliner. Tentu akan ada
penambahan sehingga lokasi tersebut menjadi daya taruk tersendiri.
“Intinya kita siap kelola, siap serahterima gedung tapi kekurangan dan
yang jadi tanggungjawab Pemkab Lahat, bisa direalisasikan, “harapnya.













