KORDANEWS – Corporate SecretayPT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia, Imelda Alini, menyatakan bahwa berdasarkan data manifes di lapangan kemacetan panjang yang digambarkan seperti mudik neraka tak terjadi di Pelabuhan Merak selama H-3 dan H-2 Lebaran. Menurut dia, berdasarkan hasil pantauan dari CCTV dan juga pengecekan di lapangan tak terjadi kemacetan parah.
“Jadi nggak ada kemacetan sampai berjam-jam saat mengantre di pelabuhan. Bahkan beberapa penumpang menyampaikan kepada kami bahwa hari H-2 itu waktu tunggu dari beli tiket sampai naik ke kapal cuma 30 menit,” kata Imelda dilansir dari Tempo.
Data PT ASDP Ferry Indonesia mencatat bahwa pada H-2 atau Rabu, 13 Juni 2018, jumlah penumpang mencapai 150.247 orang yang menyeberang. Jumlah tersebut, lebih rendah dibandingkan pada H-3 yang tercatat menjadi masa puncak arus mudik di Pelabuhan Merak dengan total penumpang 170.998. Pada saat puncak arus tersebut, jumlah pengendara motor tercatat mencapai angka 25.697 atau mencapai 2,5 kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Jamil Azzaini, pemudik yang akan menuju Lampung, mengatakan pengalaman mudiknya saat menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Jamil bercerita bahwa dirinya berangkat pada H-2 atau Rabu, 13 Juni 2018 dari Bogor menuju pelabuhan tidak menemukan antrean yang berarti.
“Dari mulai beli tiket menyeberang, menunggu antrean hingga naik ke kapal paling lama satu jam,” kata Jamil.
Politikus Gerindra, Habiburokhman sebelumnya menyatakan bahwa mudik tahun ini seperti neraka. Hal itu disampaikan dirinya karena terjebak antrean panjang di Pelabuhan Merak pada dua hari sebelum Lebaran atau tepatnya pada 13 Juni 2018. Waktu itu, saat di Merak, ia hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni dengan kapal feri.













