KORDANEWS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel akan memanfaatkan kecanggihan sistem informasi teknologi untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam proses pemungutan suara pada pencoblosan Rabu, (27/6/2018) mendatang.
Ketua KPU Sumsel, Aspahani mengatakan, pihaknya memprediksi akan ada potensi permasalahan dalam proses pemungutan dan perhitungan suara, seperti terjadinya selisih dalam perhitungan.
Ia mengingatkan bahwa KPU memiliki data kontrol untuk mengetahui hasil peroleh per TPS. Data kontrol ini menggunakan sistem Teknologi Informasi atau IT. Artinya, tidak bisa dimanipulasi.
“Karena itu, jika terjadi selisih antara perhitungan dengan data kontrol, segera laporkan ke Panwas sehingga kami dapat menindaklanjuti ke TPS atau paling lambat ke Kecamatan daerah tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, untuk distribusi logistik sejauh ini berjalan lancar dan hampir 90 persen logistik sudah disebar sesuai kebutuhan 16.933 TPS se Sumsel. Artinya, kesiapannya sudah 90 persen lebih.
“Kami harap semua kelengkapan ini sudah ada di TPS pada Selasa besok,” imbuhnya.
Disinggung soal perhitungan cepat. Ia mengaku, sebagai pihak KPU pihaknya tidak melarang. Namun, ia meminta untuk tidak menimbulkan masalah. “Kami tidak melarang tapi jangan timbulkan masalah,” ujarnya.
Ditahun ini, pihaknya menargetkan partisipasi pemilu diatas rata-rata nasional atau sekitar 77 persen. Karena itu, pihaknya selalu gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat menggunakan hak suaranya.
“Karena itu, saat debat kami juga menayangkan langsung di salah satu stasiun swasta tujuannya sebagai sosialisasi agar masyarakat menggunakan hak mereka dalam menentukan pilihan,” tutupnya.
Editor: Janu













