HeadlineKriminal

Tiga Sekawan Curi Kabel Listrik Untuk Asian Games Demi Beli Sabu

×

Tiga Sekawan Curi Kabel Listrik Untuk Asian Games Demi Beli Sabu

Share this article

KORDANEWS – Subdit III Jatanras Polda Sumsel berhasil meringkus tiga pelaku pencurian kabel listrik di Talang Keramat, Banyuasin, Selasa (10/7/2018). Pelaku nekat mencuri kabel lantaran tidak ada modal untuk beli narkoba.

Mereka yakni Zainudin, Bambang, dan Andreas Escoba, warga Talang Keramat, Banyuasin. Mereka mencuri kabel yang digunakan untuk mensupport listrik Palembang selama Asian Games mendatang.

Seorang pelaku, Zainudin mengaku nekat mencuri kabel karena tergiur harga tinggi. Apalagi kabel listrik di gudang itu belum dipasang dan masih dalam pengerjaan secara bertahap.

“Kabel ini rencananya mau ditanamkan di tanah secara bertahap. Karena harga tinggi kami berani ambil, apalagi belum beresiko karena belum ada arus,” ucapnya saat gelar perkara, Kamis (12/7/2018).

Sementara itu, tersangka Bambang mengaku setiap meter tembaga yang dijual menghasilkan uang Rp1,5 juta. Setiap menjual mereka bagi rata Rp500.000 setiap orang.

“Uangnya saya pakai untuk beli sabu. Setiap beli paket yang Rp100.000,” ujarnya.

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara menuturkan, kabel sepanjang 400 meter dicuri pelaku di sebuah gedung peroyek. Kabel dicuri secara bertahap sejak 6 juni 2018 lalu.

Akibat pencurian tersebut, perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp 600 juta lebih. Bahkan pengerjaan sempat akan tersendat karena kontraktor kehilangan kabel.

“Kerugian sekitar Rp 600 juta. Salah satu tersangka, Zainudin, adalah petugas keamanan perusahaan tersebut. Kasus ini pun mulai terungkap setelah ada keterangan pegawai dan menyebutkan mereka inilah pelakunya,” lanjut Yoga.

Tidak ingin buang waktu, polisi langsung bergerak cepat dan menangkap pelaku di rumah masing-masing Selasa (10/7). Seorang pelaku, Andreas ditembak polisi karena melawan saat ditangkap.

“Satu pelaku kami ambil tindakan tegas karena melawan dan berusaha kabur. Ini juga bukan untuk yang pertama kali mereka lakukan dan saat ini masih terus didalami,” jelasnya. (Dik)

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *