KORDANEWS – Harus bertemu bule atau warga asing dengan beragam bahasa tidak membuat abang becak Asian Games 2018 absen menunaikan pekerjaannya.
Alhasil mereka menggunakan jurus kera sakit alias bahasa tubuh untuk menjalankan titah sebagai jasa transportasi Asian Games. Meskipun Jakabaring selalu ramai ini merupakan sisi lain keunikan Asian Games yang tidak banyak diketahui masyarakat sekitar.
“Kami mano pacak bahaso Inggris apo lagi bahaso asing yang lain. Tapi tetep be harus ngajak mereka naik becak. Kareno kalo idak di tawari mereka dak tau kalo becak ini gratis bisa nganter ke JSC jugo,”kata Abang Becak Asian Games Supriono saat dibicangi KORDANEWS.COM Rabu (29/8).
Diakui bapak dua anak ini, dia manggkal di pintu masuk Dekranasda yang biasa di datangi media, atlet dan official. Dalam satu hari ini, dirinya biasanya membawa hingga lima orang atlet dari rute Dekranasda menuju kedepan gerbang kompleks JSC dan mengenai biaya transportasi semuanya sudah ditanggung panitia.
“Kami di sinilah setiap hari sejak pembukaan Asian Games(kawasan Dekranasda). Kito jugo cuman fokus nganter atlet dan official termasuk media yang punya Id card Asian Games. Pas kami jingok ado pake ID baru kami tawari nak naek becak dak,”ucapnya lagi
Pada Asian Games, mereka juga hanya dapat jatah satu hari untuk melayani penumpang secara bergantian. Keesokan harinya, harus bergantian dengan tukang becak lainnya













