KORDANEWS- Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa perkembangan perekonomian dan kebijakan yang sudah diambil pemerintah guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas. Dia juga menyampaikan perihal ketidakpastian ekonomi dunia, perang dagang China-Amerika Serikat, hingga gejolak ekonomi di Turki.
“Dan terakhir waktu saya ketemu Presiden Bank Dunia, Presiden Kim, saya tanya langsung gimana kira-kira prospek pertumbuhan ekonomi maupun keadaan ekonomi global secara umum, apa saran Anda kepada Indonesia? Dia ngomong tidak punya saran, semuanya sulit diprediksi. Ya artinya menurut saya internal kita sendiri yang harus diperbaiki,” ujar Presiden dari keterangan tertulis yang diterima redaksi Kordanews dari Biro Pers Setpres, Jumat (31/8).
Menurut Presiden, pemerintah terus fokus dalam mengatasi defisit transaksi berjalan (current account deficit).
“Saya kira kita akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan,” lanjutnya.
Selain itu, lanjut Presiden, masalah lainnya adalah keseimbangan primer. Pemerintah menargetkan bisa menyelesaikan hal tersebut dalam kurun waktu setahun.
“Ternyata banyak hal belum kita lakukan kalau kita lihat secara detail misalnya transaksi berjalan. Contoh saja yang kita hitung B20, Biodiesel 20. Kalau bisa berjalan itu pertama karena harga naik dapat USD 6 miliar, volume naik juga dapat USD 5 miliar, dari satu hal dapat USD 11 (miliar),” kata Presiden.













