KORDANEWS -Pertanyaan siapa yang memegang kepemilikan sah tim Sriwijaya FC (SFC) tiba-tiba mencuat kepublik. Hal itu dikhawatirkan menjadi kisruh anyar di tubuh tim Laskar Wong Kito.
Hal itu terkait apakah klub SFC milik Pemprov selaku pemerintah Sumsel atau PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub.
Nah untuk meluruskan itu salah satu pemilik saham PT SOM Bakti Setiawan dan Muddai Madang angkat bicara didepan awak jurnalis.
Menurut cerita Bakti Setiawan merupakan orang yang pertama mempunya ide agar Sumsel atau Palembang mempunyai klub sepakbola. Lalu dia meminta izin dengan Gubernur di era kepemimpinan Syahrial Oesman dan mendapatkan dana melalui Yayasan Sepakbola yang dikelolah Pemprov sebesar 6 M untuk melakukan take over.
“Setelah berjalannya waktu berdasarkan statuta FIFA dan aturan PSSI setiap klub berlaga di Liga 1 untuk berjalan secara profesional dilarang lagi dikelola oleh Pemprov. Itu di tahun 2008 kita tidak lagi mendapatkan subsidi dari pemerintah,”ucapnya.
Dilanjutkannya karena kebingungan Bakti Setiawan menghubungi Muddai Madang untuk membantu mendirikan perusahan yang mengelolah klub secara mandiri. Alhasil terbentuklah PTSOM dengan kepemilikan klub berupa saham yang dimiliki beberapa orang dan pemprov kepemilikan sahamnya berada di Yayasan Sepakbola.













