KORDANEWS – Perilaku korban pada kasus pemerkosaan kerap menjadi sorotan. Salah satunya soal adanya orgasme yang terjadi pada mereka, terkadang disebut sebagai faktor bahwa sang korban menyukai atau bahkan menikmati tindakan tersebut.
Seorang dokter bernama Jiemi Ardian membagikan cuitannya di Twitter soal orgasme pada korban pemerkosaan. Dalam cuitannya, ia menyebut bahwa orgasme bisa terjadi pada saat pemerkosaan, walau korban tidak menikmati. Hal ini disebabkan orgasme merupakan reaksi fisiologis tubuh, bukan hanya psikologis.
Tentang reaksi tersebut, dr Jiemi membandingkannya dengan laki-laki. Walau dalam kondisi diikat atau dalam paksaan, suka atau tidak suka laki-laki menurutnya tetap akan mengalami reaksi biologis ketika diberi rangsang seksual.
“Pasti ereksi dan ejakulasi juga,” cuit dr Jiemi dalam akun Twitternya, @jiemiardian, dikutip Kamis (8/11/2018).
Selain orgasme, ia menyebut korban pemerkosaan sering melaporkan ‘tidak bisa bergerak’ pada saat kejadian. Bukan hanya pada pemerkosaan, namun perempuan yang berada di pinggir jalan lalu diremas payudaranya juga bisa mengalami fenomena tersebut.











