KORDANEWS- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel meninjau langsung jalan khusus truk batubara di PT Servo Lintas Raya KM 107, Kamis (8/11).
“Saya kesini karena perintah khusus dari gubernur. Kita ingin melihat kondisi jalan dari Lahat ke Prabumulih berapa lama, gimana kondisinya. Pada dasarnya truk ini boleh melintas di jalan raya tetapi cuma sekitar 15 kilometer, itu pun untuk menuju stasiun,” tegas Nasrun Umar.
Sekda Sumsel juga menuturkan, peninjauan yang Ia lakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait adalah, untuk melihat dan memastikan langsung yang terjadi usai dicabutnya Peraturan Gubernur nomor 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara di jalan umum, terhitung 8 November 2018 mulai pukul 00.00 wib.
“Konsekuensi dari itu kita lihat sendiri tadi rasanya tidak ada yang lewat batu bara dan ini kita harapkan terus berlangsung sampai kedepan, tidak berhenti disitu saja,” katanya
Menurutnya, sebagai regulator Pemprov Sumsel sesuai arahan Gubernur Sumsel H. Herman Deru tengah mencarikan jalan win-win solution. Dimana akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat, memenuhi keinginan aspirasi masyarakat tapi iuga tidak mematikan kegiatan operasional pengusaha batu bara maupun izin usaha pertambangan batu bara.
“Oleh karena itu di dalam angkutan batu bara ini kami mencoba menyimpulkan ada dua cara yang akan kami terapkan di dalam yang namanya penataan ulang angkutan batu bara. Kita tau bahwa jalan angkutan batu bara ini sudah kita miliki salah satu yang sudah di depan mata kita adalah yang dimiliki oleh Servo atau sekarang Titans, ini merupakan jalur alternatif yang merupakan rencana jangka pendek yang kita lakukan,” ungkapnya
Dikatakannya, sesuai Pergub Nomor 74 tahun 2018 angkutan batu bara harus melalui jalur servo. Mengingat, Jalur Servo sebagaimana setelah dilakukan pemantauan di lapangan ada dua stockpile yang bisa digunakan.
Sebanyak 18 hektar yang sudah dibuka dari 54 hektar yang diperkiraka akan sanggup menampung 700.000 ton batu bara. Secara rinci diuraikannya, stockpile pada 113 sudah dibuka 30 hektar dari 80 hektar yang direncanakan dan alokasi penempatan stockpile itu sendiri mencapai 800.000 ton.
“Jadi artinya, sebetulnya cukup untuk menampung batubara-batubara yang ada dari jalan raya,” tuturnya
Ia juga mengatakan, usai berdialog dengan PT Titan, mereka akan sanggup menampung 15 juta ton batubara pertahun. Hal ini jauh lebih besar dari data sementara batubara yabg diangkut di jalan raya mencapai 5 juta per tahun.













