KORDANEWS – Target awal rencana membangun Fly Over (FO) Simpang Angkatan 66 pada 2019 ini bakal ditunda. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah mengeluarkan aturan mengenai moratorium pelaksanaan proyek multiyears di Indonesia.
Kepala Satuan Kerja SNVT P2JN Sumatera Selatan Dadi Muradi ST MT mengatakan, pengerjaan FO Simpang Angkatan 66 bakal ditunda dan baru akan diusulkan kembali pada 2020 mendatang.
Menurutnya, penundaan tersebut dilakukan lantaran ada proyek multiyear baru yang bakal diprioritaskan. Selain itu, penundaan tersebut juga dilakukan untuk lebih mematangkan lagi pelaksanaan proyek.
“Lebih baik disiapkan lebih matang lagi. Misalnya, proses pembebasan lahan. Jika belum selesai, nantinya diselesaikan dulu oleh Pemda. Jangan sampai gara-gara itu, pengerjaannya jadi terhalang,” ujar Dadi, Jum’at (9/11)
Peremcanaproyek FO tersebut sebenarnya sudah dilakukan dengan baik. Mulai dari pembuatan Detail Engineering Desain (DED), rancang bangun serta kajian teknis sudah dilakukan seluruhnya.
“Kalau studinya juga sebenarnya sudah harus dibangun. Sebab, kemacetan di kawasan itu sudah sangat crowded,” katanya.
Pembangunan FO ini sendiri memakan anggaran sebesar Rp200 miliar. Berdasarkan perencanaan yang dibuatnya, FO memiliki panjang sekitar 456 meter. Sedangkan untuk lahan yang dibutuhkan seluas 7 ribu meter persegi.
“Lahan yang dibebaskan sebenarnya tidak terlalu banyak lagi karena ROW sudah bagus. Hanya saja, dengan adanya penundaan ini koordinasi dengan pemda juga akan lebih baik. Sehingga proyek bisa dilaksanakan tepat waktu,” tambahnya.













