KORDANEWS – Sejumlah kepala sekolah perwakilan dari Madrasah Negeri dan swasta di Kabupaten Lahat, berjumlah 10 orang mendatangi DPRD Lahat untuk mempertanyakan terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah, untuk MTs dan MI yang di bawah naungan Kementrian Agama.
Kedatangan rombongan guru MTs dan MI ini ditemui oleh sejumlah anggota komisi 4, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Sutoko, Msi, serta Kepala Badan Daerah (BKD) Fikriansyah SE MM, bertempat diruang pertemuan DPRD Lahat.
Dunisa Isnaini, S. Ag Kepala MTs Negeri 3 Lahat menyampaikan kekecewaanya dengan apa yang terjadi, bahwasannya Madrasah tidak terdata untuk mendapatkan dana bos daerah yang juga merupakan visi dan misi bupati dan wakil bupati baru yaitu Cik ujang dan Haryanto untuk mencanangkan kesejateraan masyarakat Kabupaten Lahat.
Masih kata Dunisa, untuk tahun sebelumnya dana BOS daerah itu untuk madrasah mendapatkannya, tetapi mengapa untuk tahun 2019 tidak ada. Walaupun Madrasah di bawah naungan kementrian agama, ktetapi anak-anak yang dididik adalah anak Kabupaten Lahat.
“Kami kecewa dengan kejadian ini, kami merasa dikucilkan dan dianaktirikan, Kami mohon kepada bapak bapak untuk meninjau ulang kembali kebijakan yang ditetapkan, karena yang kami didik anak anak Kabupaten Lahat juga,” pintanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Sutoko, M. Si menerangkan, pihaknya adalah salah satu OPD pemerintahan daerah jadi hanya menaungi pendindikan di bawah pemerintahan daerah, tidak termasuk Madrasah.
“Karena dibawah naungan Kementrian Agama”, sebutnya.













