KORDANEWS – Direktur Utama (Dirut) PT Magna Beatum yang menjadi pengelola Aldiron Cinde, Attar Tarigan angkat bicara tentang faktor yang menjadi penyebab lambannya pembangunan Plaza Aldiron Cinde.
Menurutnya bahwa masalah terletak pada kondisi struktur tanah yang diluar dugaan mereka. Dimana tiang pancang untuk pondasi yang seharusnya kedalaman 36 meter, hanya mentok di kedalaman 24 meter. Padahal, jika berkaca dengan proyek pembangunan disekitarnya seperti LRT, pondasinya memiliki kedalaman 30 – 36 meter.
“Sampai dua pekan kedepan kami akan kaji ulang, kenapa kepala tiang di bawah itu bisa pecah padahal baru 24 Meter kedalamannya, apa memang sudah menyentuh tanah batuan keras atau kualitas betonnya yang kurang,” ujarnya, Rabu (5/12/2018) ditemui usai rapat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Selain itu pihaknya tak ingin main-main jika sudah berurusan dengan pondasi mengingat Plaza Aldiron Cinde ini sendiri nantinya akan dibangun setinggi 15 Lantai. Selain itu, terdapat sisa pondasi dari bangunan lama yang tidak bisa dibongkar dengan alat berat sehingga mengharuskan cara manual.
“Harusnya kalau pakai alat berat seluruhnya 1-2 bulan selesai, tapi karena ada sebagian yang dikerjakan dengan manual jadi makan waktu sampai empat bulan, kedalamannya pun 3 – 4 meter di bawah permukaan, itu yang menyita waktu, sehingga memang terkesan slowdown pembangunannya,” ujar Attar.
Menurutnya, pembangunan Cinde Aldiron baru akan terlihat wujudnya 3 – 4 bulan ke depan, karena fokus pengerjaan bagian pondasi dan bassement alias bagian bawah tanah dahulu. “kami sendiri menargetkan pada kuartal IV 2019 pedagang sekitar pasar bisa masuk,” jelasnya.













