KORDANEWS – Pernahkah Anda mendengar mitos bahwa wanita yang sudah sering berhubungan seks vaginanya akan melonggar?
Kepercayaan ini memang telah beredar sejak zaman kuno. Ini karena pada zaman dahulu pengetahuan seputar cara kerja vagina dalam masyarakat awam masih terbatas. Pada kenyataannya, sesering apapun berhubungan seks tidak akan membuat vagina melar.
Benarkah terlalu sering bercinta bikin vagina melar?
Mitos bahwa vagina akan melar kalau sering berhubungan seks berangkat dari pemahaman yang keliru seputar organ kewanitaan ini.
Banyak orang percaya kalau vagina itu pada awalnya sangat ketat. Namun, ketika seorang wanita sudah berhubungan seks lama-lama vagina akan melar karena berkali-kali penetrasi seks. Ini tentunya salah besar.
Pertama, Anda harus memahami dulu bagaimana vagina bekerja. Ketika wanita merasa terangsang, vagina akan meregang secara alamiah. Hal ini berfungsi untuk membuka jalan bagi penis.
Namun, hal ini bersifat sementara saja. Setelah berhubungan seks, bukaan vagina akan kencang kembali seperti semula. Tak perlu khawatir vagina melar. Pasalnya, jaringan-jaringan otot di sekitar vagina bersifat sangat lentur. Ini karena vagina memang sudah dirancang sedemikian sempurna untuk memungkinkan fungsi reproduksi, yaitu penetrasi seksual tanpa merusak bentuk aslinya.
Lalu, apa yang bisa membuat vagina melar?
Seks memang tidak akan membuat vagina melar. Akan tetapi, beberapa hal lain seperti penuaan serta proses melahirkan normal bisa membuat vagina mengendur. Ketika wanita memasuki masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh akan menurun.











