KORDANEWS – Uighur mungkin tidak sefamiliar dengan wilayah muslim lainnya yang mengalami ketertindasan seperti Palestina, Suriah, Rohingya, Bosnia ataupun Chechnya. Akan tetapi sejarah muslim Suku Uighur wilayah administrasi China merupakan sejarah panjang dan kelam. Selain suku Uighur yang merupakan suku asli bangsa Turk yang mendiami Asia Tengah, ada juga suku Hui, suku muslim keturunan Bangsa Arab dan Persia dan suku Han yang asli Cina.
Awalnya, suku Uighur merupakan mayoritas di Xinjiang, akan tetapi saat ini pemerintahan komunis China terus memasukan orang-orang suku Han untuk menekan jumlah populasi suku Uighur di sana. Bahkan diskrimasi ras dan penghapusan identitas kemusliman suku Uighur terus digulirkan. Tidak tanggung-tanggung, China mengerahkan militernya untuk melaksanakan kampanye tersebut.
Ardiansyah, Branch Manager ACT Sumsel kepada Kordanews mengatakan. “Sejarah Uighur sebagai negara berdaulat telah ada sejak sebelum tahun 600 M. Uighur memiliki pemerintah sendiri yang dipimpin oleh seorang Khan, sebagaimana saudara mereka Mongol. Barulah pada pertengahan abad ke-9 atau tepatnya pada tahun 841 Uighur dianeksasi dan menjadi bagian dari wilayah China. Pada tahun 845 ada kebijakan dari kekaisaran China untuk memaksa warga Uighur berpindah agama atau dibunuh,” jelasnya.













