KORDANEWS – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan Satgas Pangan Sumatera Selatan secara aktip memantau perkembangan harga di Provinsi Sumatera Selatan dan TPID Prov. Sumsel memastikan bahwa harga dan ketersediaan pasokan komoditas pangan di pasar tetap dalam kondisi yang cukup di periode menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019. Hal ini disampaikan Hari Widodo Pjs. Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel mewakili pada kepala Dinas Terkait sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah.
“Merujuk pada kondisi inflasi pada bulan November 2018, inflasi Sumatera Selatan relative terkendali yaitu sebesar 1,83% (ytd), atau 2,47%
(yoy), lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 2.50 (ytd) atau 3,23% (yoy). Capaian inflasi November 2018 Sumatera Selatan tercatat terendah selama tahun 2018 dari berada di bawah rentang target inflasi nasional 3,5 lebih kurang 1% (yoy). Mempertimbangkan kondisi tersebut, TPIF Prov. Sumsel optimis bahwa inflasi selama tahun 2018 akan tetap terjaga dalam rentang target pencapaian inflasi yang ditetapkan pemerintah” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, guna mengantisipasi potensi kenaikan harga komunitas pangan, instansi-instansi terkait yang bergabung dalam TPID Prov. Sumsel telah melakukan berbagai antisipasi guna meredam potensi kenaikan harga komunitas, antara lain:
Melakukan pemantauan harga komunitas secara rutin di 5 (lima) pasar di Kota Palembang yaitu Pasar Km 5, Pasar Cinde, Pasar 26 Ilir, Pasar Sekanak, Pasar Lemabang. Berdasarkan pemantauan tersebut, tidak terjadi kenaikan harga komunitas secara segnifitikan.
Lalu Perum Buloq Divre Sumsel dan Babel siap dalam menjaga keterbatasan komoditas pangan di Provinsi Sumatera Selatan, Stok beras di gudang Bulog dapat memenuhi kebutuhan pangan sampai dengan 7,2 bulan kedepan. Selain itu, stok gula pasir, minyak goreng. Tepung terigu, dan daging tersedia dalam jumlah yang cukup. Dengan ketersediaan pasokan tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir, karena Pemerintah akan selalu hadir untuk memastikan penyediaan komuditas pangan dalam jumlah yang cukup dan harga yang relatif terjangkau oleh masyarakat.













