HeadlineSumsel

Nasib Badak Bercula Satu Ujung Kulon Pasca Tsunami Selat Sunda

×

Nasib Badak Bercula Satu Ujung Kulon Pasca Tsunami Selat Sunda

Share this article

KORDANEWS – Sebagian kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang terletak di Pandeglang, Banten ikut terkena imbas tsunami yang menerjang Sabtu (22/12) lalu. Akibatnya, dua orang yang merupakan petugas taman nasional meninggal karena terbawa arus.

Meskipun demikian, badak Jawa bercula satu yang dilindungi di TNUK tidak ikut terseret gelombang tsunami. Hal tersebut dikarenakan badak-badak ini tidak terlalu sering pergi ke daerah dekat pantai utara.

“Badak ini kami yakini dalam keadaan aman,” kata Kepala TNUK Mamat Rahmat dilansir BBC oleh wowkeren, Kamis (27/12). “Karena ini ombak datang dari pantai utara, sementara di pantai utara ini keberadaan badak yang sering main ke pantai tidak terlalu banyak.”

Sebaliknya, badak Jawa lebih banyak tersebar di pantai selatan, yang mana hal ini cukup jauh dari asal gelombang tsunami yang datang dari pantai utara. Menurut Mamat, binatang memiliki naluri yang kuat untuk melarikan diri. Sehingga, ketika mendengar gemuruh maka mereka akan segera mencari tempat yang lebih aman.

“Tapi kalau satwa biasanya ketika ada gemuruh dia akan langsung melarikan diri (mencari tempat yang) lebih aman ke dalam (hutan),” terang Mamat. “Jadi saya yakini badak aman.”

Ancaman erupsi Anak Krakatau terhadap populasi badak jawa memang sudah dibicarakan sejak lama. Apa lagi ketika Anak Krakatau mulai muncul ke permukaan tahun 2013 lalu. Badak ini rencananya akan dipindahkan ke habitat yang lebih aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *