KORDANEWS – Sekitar 40 persen remaja Jepang berusia 17-19 tahun mengatakan bahwa pendidikan seks yang mereka terima di sekolah tidak berguna. Survei tersebut digelar oleh Nippon Foundation, sebuah lembaga think tank Jepang.
Sebanyak 1 dari 4 responden mengaku memiliki pengalaman seksual dan 3 dari 4 responden mengatakan mereka khawatir akan penyakit menular seksual. Hampir 90 persen responden mengatakan alat kontrasepsi sangat penting.
Dalam survei yang dilakukan pada Oktober yang menargetkan 800 anak muda di seluruh Jepang, sebanyak 59,1 persen mengatakan pendidikan seks di sekolah bermanfaat sementara sisanya mengatakan itu tidak membantu. Seorang responden perempuan mengatakan sekolah harus menjelaskan lebih banyak tentang pentingnya alat kontrasepsi, sementara seorang pria mengatakan bahaya penyakit menular seksual harus lebih ditekankan.
Kuesioner menunjukkan bahwa siswa tidak puas dengan kurang spesifiknya hal yang diajarkan dalam pendidikan seksual. Salah satu responden perempuan bahkan mengatakan banyak guru yang tidak jelas dalam memberi pelajaran soal seks.
Ditanya tentang sumber informasi pendidikan seks, sebanyak 55,8 persen responden menyebut internet sebagai sumber, diikuti oleh informasi dari teman sebanyak 50,2 persen, dan situs jejaring sosial 31,4 persen.











