KORDANEWS- Air Mentah jadi tren di tahun 2018. Melihat banyak keunggulan yang dimiliki air zamzam, apakah air zamzam akan jadi tren 2019? Berikut penjelasannya.
Tahun lalu, meminum air mentah jadi tren di Amerika Serikat. Banyak orang yang menjual ‘raw water’ dalam kemasan. Air mentah itu dikemas tanpa melewati proses penyulingan. Banyak orang yang percaya kalau air mentah kemasan itu punya banyak manfaat sehat.
Bahkan ada air mentah kemasan yang dijual seharga Rp 860 ribu. Padahal air mentah rentan terkontaminasi bakteri. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan bahwa meminum air yang terkontaminasi memiliki risiko kesehatan paling berbahaya.
Melihat tren itu, beberapa orang bertanya apakah air zamzam bisa jadi tren minuman sehat di tahun 2019? Sebab air zamzam sendiri bisa diminum langsung dari mata air dan punya beragam manfaat.
Air zamzam berasal dari mata air suci yang ada di dekat Masjidil Haram. Mata air ini muncul dari kisah Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail AS. Dahulu, Siti Hajar berusaha mencari air untuk Nabi Ismail yang masih bayi. Ia berlarian dari bukit Safa ke Marwah selama tujuh kali.
Saat tak menemukan apapun, Nabi Ismail menangis dan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Kemudian tanah bekas hentakan kakinya mengeluarkan air yang melimpah. Saat itu Siti Hajar berkata, “zamzam” yang artinya berkumpullah. Sehingga air tersebut berkumpul dan berubah menjadi mata air. Air dari mata air suci ini kemudian diberi nama ‘Air Zamzam’.
Air zamzam masuk kategori air tanah dengan kualitas paling baik yang ada di Arab Saudi. Dikutip dari faculty.ksu.edu.sa (9/5/2011), ada sebuah penelitian terkait air zamzam yang dilakukan oleh Dr Nour Al Zuhair dan Prof Rita Khounganian dari King Saud University. Mereka membandingkan kandungan mineral air zamzam dengan air keran yang ada di Arab Saudi, yang juga sering dikemas dalam botol.
Air zamzam punya kandungan mineral khususnya fluoride yang lebih tinggi. Air Zam-zam yang diambil langsung dari sumbernya memiliki kadar fluoride 0,75 ppm sementara yang dialirkan melalui pipa sebanyak 0,68 ppm.













