EkonomiPeristiwaSumsel

BI Sosialisasikan GPN dan Resmikan BI Coner dengan Menggelar Seminar

×

BI Sosialisasikan GPN dan Resmikan BI Coner dengan Menggelar Seminar

Share this article

KORDANEWS – Seminar Perkembangan Perekonomian Terkini dan sosialisasi GPN (Gerbang Pembayaran Nasional yang dirangkai dengan penyerahan BI Corner, berlangsung di Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang di hadiri Ir. H. Achmad Hafisz Tohir, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. Ing. Ahmad Taqwa, MT, Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Muhammad Edhie Purnawan, Ph.D, Anggota Badan Supervisi Bank Indonesia sekaligus Narasumber Seminar Review Perkembangan Ekonomi Terkini, Novi Cahyono, Kepala Tim Departemen Gerbang Pembayaran Nasional sebagai Narasumber sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional, Dr. Marieska Lupikawaty, S.E. MM selaku Moderator seminar, Pimpinan dan staf teknis Bank Mandiri dan Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya.

Yunita Resmi Sari selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel dalam kata sambutannya mengatakan “Ekonomi Sumsel TW IV 2018 tumbuh tinggi sebesar 6,07% (yoy) yang keseluruhan tahun 2018 ekonomi Sumsel tumbuh sebesar 6,04% (yoy). Pertumbuhan ini tercatat yang tertinggi selama 4 tahun terakhir. Di triwulan IV 2018 dan keseluruhan tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan berada di atas pertumbuhan Sumatera dan Nasional” jelasnya.

Dikatakanya, beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang signifikan di tahun 2018 antara lain proyek pembangunan infrastruktur pendukung Asian Games XVIII, Proyek trategis nasional (PSN), pelaksanaan kegiatan Asian Games XVIII, perbaikan kinerja ekspor batubara serta harga minyak dunia Konsumsi RT tercatat sebesar 4,41% (yoy) dengan kontribusi sebesar 60,9% yang didorong oleh pelaksanaan Asian Games XVIII Investasi tumbuh melambat sebesar 2,75% (yoy) dengan kontribusi sebesar 38,1%. Penurunan ini disebabkan berakhirnya proyek infrastruktur pelaksanaan Asian Games XVIII Ekspor Luar Negeri juga tumbuh melambat menjadi 0,72% (yoy) dengan kontribusi sebesar 14,4%.

Adanya perlambatan komoditas ekspor disebabkan melemahnya harga komoditas unggulan. Konsumsi pemerintah tumbuh meningkat menjadi 6,64% (yoy) dengan kontribusi sebesar 6,8% yang disebabkan adanya proses penyelesaian proses pembayaran infrastruktur pendukung Asian Games XVIII. Tiga Sektor utama yang memiliki pangsa PDRB terbesar di Sumsel adalah pertambangan & penggalian, industri pengolahan, dan perdagangan besar dan eceran Inflasi Sumsel di Desember 2018 tercatat sebesar 2,74% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional sebesar 3,13% (yoy).

Pada bulan Februari 2019, Sumsel tercatat mengalami deflasi sebesar -0,26% (mtm), atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 2,05% (yoy).Lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai 2,57% (yoy). Komoditas penyumbang andil deflasi tertinggi di bulan Februari adalah Daging ayam ras (-0,22%), cabai merah (-0,09%), dan telur ayam ras (-0,05%). Komoditas penyumbang andil inflasi tertinggi di bulan Februari adalah Angkutan Udara (0,07%), Mobil (0,05%) dan Sewa Rumah (0,02%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *