KORDANEWS — Ustadz Abdul Somad (UAS) melakukan pertemuan bersama calon presiden (Capres) 2019, Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, Ustadz kondang Indonesia tersebut menyampaikan sebuah permintaan kepada capres nomor urut dua.
Dalam pertemuan itu, Prabowo lebih dulu menanyakan kabar UAS dan menyampaikan rasa terima kasih karena mau menemuinya. Prabowo kemudian menanyakan kepada UAS bahwa selama keliling untuk berceramah apa yang ditemui dan lihat.
“Mari kita dengar ceramah almukaromah Ustaz Abdul Somad. Begitu saya naik ke atas, saya lihat semua orang angkat dua jari. Kalian kan punya jari sepuluh, kenapa yang diangkat cuma dua,” katanya menjawab pertanyaan Prabowo.
Menurut UAS, jawaban kepada umat itu disampaikan untuk menetralisir untuk menghindari pertanyaan dari Bawaslu dan Panwaslu. Dia menegaskan, tidak ingin tablig akbar yang mengundang dirinya menjadi kegiatan politik.
“Itu di mana-mana, Ustaz?” kata Prabowo.
“Itu di mana-mana. Bapak bisa lihat. Saat saya berkata mari kita berselawat, begini lagi (menunjukkan salam dua jari). Dari mulai ujung Aceh, sampai Pulau Madura, sampai ke Sorong. Umat sedang berharap besar. Itu yang saya lihat,” kata UAS.
Permintaan UAS pun diungkapkannya, yakni
jika menjadi Presiden RI, pertama UAS agar jangan diundang ke Istana.
“Kalau bapak nanti memang duduk jadi presiden, terkait dengan saya pribadi, dua saja, pertama jangan bapak undang saya ke Istana, biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan, karena saya dari sana. Saya orang kampung. Kedua, jangan bapak beri saya jabatan apapun,’ ucapnya.
UAS mengatakan biarlah dia tetap menjadi penceramah. “Ini anugerah besar tapi juga ujian besar, saya berharap Allah menolong bapak dalam setiap gerak dan langkah,” ujarnya.
Mendengar permintaan tersebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto langsung terharu dengan perkataan UAS.













