Health

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kita Tidak Makan Gula Sama Sekali?

×

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kita Tidak Makan Gula Sama Sekali?

Share this article

KORDANEWS – Siapa yang tidak suka menambahkan gula pada makanan dan minuman? Entah itu gula pasir, gula merah, atau gula bentuk lainnya seperti sirup atau madu. Namun, dampak kesehatan yang diakibatkan dari konsumsi gula berlebihan tidak semanis rasanya. Itu kenapa tidak sedikit orang yang memutuskan untuk setop makan pemanis ini demi menghindari efek buruknya. Pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi pada tubuh jika tidak makan gula sama sekali?

Kenali fungsi gula untuk tubuh

Gula tidak selamanya buruk. Gula itu sendiri bisa didapat dari dua sumber, yaitu pemanis yang ditambahkan sendiri dan gula dari karbohidrat yang terkandung dalam makanan. Misalnya dari nasi, gandum, singkong, roti, hingga buah-buahan dan sayuran. Mana pun itu, tubuh manusia tetap membutuhkan asupan gula agar bisa tetap berfungsi baik.

Supaya lebih paham, berikut beberapa fungsi utama asupan gula bagi tubuh:

1. Sumber energi

Setiap aktivitas sehari-hari Anda juga fungsi organ dalam tubuh membutuhkan energi. Nah, sebagian besar energi tubuh didapatkan dari asupan gula. Secara garis besar, gula dari makanan dan minuman yang masuk ke perut akan diolah menjadi glukosa dan dialirkan ke dalam darah.

Setiap sel akan mengolah glukosa yang diterimanya lewat proses glikolisis untuk dijadikan asam piruvat dan asam laktat. Selanjutnya, dua senyawa ini akan diolah lebih lanjut menjadi adenosin trifosfat (ATP). ATP inilah yang menjadi sumber energi utama untuk menunjang semua kegiatan tubuh dan setiap organ dalamnya.

Di waktu yang bersamaan, sisa glukosa yang tidak diolah menjadi energi akan disimpan sebagai glikogen di dalam otot dan hati (liver). Ketika sumber energi utama sudah habis, simpanan glikogen tersebut akan dipakai sebagai cadangan energi.

Tujuannya tentu agar Anda tidak sampai benar-benar kehabisan tenaga saat melakukan aktivitas fisik intens yang menguras cukup banyak energi.  Ambil contoh saat Anda olahraga, di sinilah kadang glikogen banyak digunakan.

2. Menghemat cadangan protein

Ketika Anda sudah tidak lagi memiliki sisa cadangan glukosa, tubuh akan mulai mengurai protein untuk dipakai sebagai energi. Padahal, protein memiliki berbagai fungsi penting di antaranya sebagai pembangun otot, massa otot, serta mempercepat penyembuhan luka.

Setelah berhasil, sumber energi yang berasal dari pemecahan protein tersebut akan disalurkan ke berbagai jaringan dan sel-sel tubuh. Namun, jika tubuh memakai protein sebagai pengganti energi mau tidak mau Anda akan sulit fokus dan berkonsentrasi, juga gampang sakit. Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan massa otot serius.

Di sinilah peran asupan pemanis untuk membantu tubuh dalam menghemat persediaan protein.

Asupan gula yang aman dalam sehari

Tubuh membutuhkan asupan gula agar tetap sehat. Hanya saja takaran sehari-harinya perlu dibatasi. Dalam arti, asupan pemanis tambahan tidak boleh berlebihan dan juga tidak kekurangan. Ingat, sumber gula juga Anda dapatkan dari makanan berkarbohidrat seperti buah-buahan dan makanan pokok.

Kebanyakan makan gula tentunya akan mengganggu kerja organ-organ dalam tubuh. Bahkan, bisa berujung pada munculnya berbagai komplikasi kesehatan serius. Mulai dari kerusakan fungsi hati, penyakit jantung, ganggguan metabolik, resistensi insulin, hingga obesitas.

Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 telah menjabarkan informasi mengenai kandungan gula, garam, dan lemak dalam olahan makanan. Menurut peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI ini, Anda disarankan untuk membatasi asupan gula tambahan maksimal sebanyak 50 gram.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5-9 sendok teh gula setiap harinya. Baik yang didapat dari makanan maupun minuman. Akan tetapi, jumlah tersebut mungkin saja berbeda bagi Anda yang punya kondisi kesehatan tertentu.

Terlalu sedikit makan gula bisa berakibat hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa di dalam Anda berada di bawah batas normal atau sangat rendah. Kondisi ini terjadi ketika hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas terlalu banyak atau asupan karbohidrat yang menurun sehingga kadar glukosa yang ada di dalam darah sangat sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *