KORDANEWS — Akibat putusnya aliran listrik dari PT. PLN karena tunggakan listrik di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, berdampak buruk bagi veneu – veneu yang ada di komplek olahraga tersebut.
Salah satunya di veneu Aquatic Satidum, saat ini kondisi disana terlihat memperhatinkan. Dari tiga sisi kolam warna air berubah menjadi warna hijau kotor dan berbau yang sebelumnya air di kolam bewarna biru jernih.
Kondisi ini terjadi sudah dalam dua bulan terakhir, tepatnya sejak sebelum puasa bahkan sejak dua bulan terkahir, dan akibatnya pemeliharaan kolam terhenti.
“Selepas Asian games sudah mulai terkendala. Kira-kira dua bulan lalu masih dibersihin. Hanya saja karena terkendala listrik dan obatnya mahal sehingga tidak dilanjutkan,” ujar Pelatih Loncat Indah, Meirizal Usra, Rabu (3/7) saat ditemui ketika melatih di Aquatic Stadium Jakabaring.
Menurut yang sehari-hari melatih anak didiknya di Aquatic Stadium, kini dirinya hanya bisa memaksimalkan tempat yang ada.
“Kita kesulitan semua, listrik harus gunakan genset. Genset bisa kita sediakan sendiri bahkan kita baru pakai 5 hari. Kondisi Aquatic Jakabaring ini memprihatinkan, suasana tempat latihan, air tidak layak. Tapi kita paksakan karena tidak ada tempat lain.
Selain itu, keluhan para atlet juga sampai ketelinga Usra. Menurutnya, rata-rata atlet mengalami alergi usai berlatih loncat indah. Kondisi kolam yang penuh lumut dan kotor menjadi alasan banyak atlet yang mengeluh.
“Para atlet banyak yang kulitnya sensitif dan gatal-gatal. Mereka terminum airnya, jadi diare. Saya menyarankan ke anak-anak untuk minum air panas usai berlatih untuk menghindari diare, “Ungkpnya.













