KORDANEWS – Sebagian besar masyarakat di dalam negeri beberapa hari terakhir ini telah dibuat heboh oleh imbauan membuat kartu tanda pendukung (KTP) Prabowo-Sandi (PS).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan, imbauan tersebut bukan langsung dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Dasco pun meminta kepada siapa pun agar tidak mencatut nama Prabowo-Sandi dalam setiap kegiatan, kecuali melalui izin terlebih dahulu.
“Pembuatan KTP PS ini di luar pengetahuan Pak Prabowo, di luar seizin Pak Prabowo, seolah-olah resmi dari Pak Prabowo. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh penyelenggara yang mengatasnamakan apa pun yang dilakukan Pak Prabowo, untuk memintakan izin sebelumnya, mengingat efek yang ditimbulkan bisa berakibat terhadap nama baik Prak Prabowo, ”kata Dasco.
Dasco meminta, jika kegiatan-kegiatan semacam ini tetap dilakukan, pihaknya akan memperkarakan hal tersebut ke meja hijau.
“Atas petunjuk Pak Prabowo kami akan mengambil langkah-langkan hukum yang diperlukan untuk itu,” ujar dia.
Media percakapan Whatsapp sempat diramaikan dengan kemunculan pesan berantai yang mengatasnamakan panitia penyelenggara ‘KTP-PS’ mengundang para pendukung Prabowo-Sandi untuk mencetak kartu tersebut dengan cara mengirim nama dan foto, tanpa data e-KTP.
“KTP-PS ini adalah kenang-kenangan dan tanda mata terbaik untuk Anda, sekaligus rasa terima kasih kami pada Anda yang telah membantu perjuangan Prabowo Sandi di Pemilu 2019, hanya dengan membayar Rp 45.000,” demikian pesan yang dikirim itu.
Dalam pesan tersebut, pihak yang mengaku dari “Sekretariat KTP Prabowo-Sandi” meminta alamat mereka di depan kediaman Prabowo Subianto di Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Panitia yang menyetujui persetujuan KTP-PS juga menyetujui sertifikat untuk mendukung setia Prabowo-Sandi.
Editor : Jhonny











