Sosok

Bermodal Tekat, Kini Dapur Bunda Rayya Sudah Sampai Ke Mancanegara 

×

Bermodal Tekat, Kini Dapur Bunda Rayya Sudah Sampai Ke Mancanegara 

Share this article
KORDANEWS  – Berbagai macam cerita mengawali Bisnis dari peserta UKM Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada tanggal  2–4 Agustus 2019 di Ballroom Hotel Aryaduta & Ballroom Hotel Arista Palembang salah satunya Dapur Bunda Rayya.
Pameran produk-produk UMKM pilihan dan penggiat ekonomi pesantren yang  dapat memperluas khazanah wawasan dalam bisnis yang sesuai dengan tuntunan syar’i.
Kordanews mengupas awal pertama bisnis yang dijalankan Ibu Yus Elissa dengan 5 orang puteri nya, masing-masing mempunyai peran dalam menjalankan semua bisnisnya yang lebih dikenal dengan Dapur Bunda Rayya nama yang diambil dari anak bontot (bungsu) yang masih duduk dibangku TK.
“Bisnis ini dimulai dari tahun 2016 dengan keinginan ikut berpartisipasi menjaga budaya tradisional Palembang melalui kuliner dan menggunakan nama anak terakhir sebagai nama produknya yaitu Rayya karena merasa bisa membawa rezeki dan semua anak pun ikut berperan dalam menjalankan bisnis ini” jelasnya saat dibincangi KordaNews disela waktunya melayani pengujung di standnya.
Dalam menjalankan bisnisnya ini, tidak menggunakan modal sama sekali karena secara online dan menjual semua kue tradisional Palembang dari kue basah sampai kue jajanan pasar.
“Begini ceritanya, kalau jualan online biasanya orang transfer dahulu, baru kita janjikan kapan siap di kirim, nach uang dari konsumen itu yang di buat modal awal, bener-benar agak enggak masuk akal, jualan awal tanpa modal sama sekali” ungkapnya sambil melepas tawa.
Dikatakannya, selain menjual kue-kue ada juga pempek warna-warni dan di on line tersebut orang hanya tau dari photo-photo yang kita posting, setelah orang membeli, iklan akan berjalan dengan sendirinya, dari mata turun ke hati dan pembelinya bisa ikutan masak dan mencicipi.
“Keinginan untuk membuka usaha ini, karena ingin mempunyai usaha dengan dapur produksi sendiri dan ada toko khusus untuk display” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, berawal coba- posting di IG (Istragram) dan artis Ira Swara sebagai pembeli pertama dan dia langsung posting di IG pribadi nya tanpa di bayar  sama sekali dan untuk memastikan hal tersebut boleh di cek di IG iraswara.
Dapur Bunda Rayya pernah mendapat juara 1 (satu) provinsi dan master oleh-oleh blue band tahun 2017 tingkat nasional untuk katagori bussiness pitching 2018, ajang pencari oleh-oleh terbaik seluruh Indonesia baru-baru ini menang juara terfavorite tingkat nasional untuk katagori photo kreatif dan inovatif dalam ajang rakenas Ipemi ke 4 seluruh Indonesia tahun 2019.
Diakuinya, semua anak-anak mempunyai tugas dan peran masing-masing, anak sulung yang berusia 25 tahun mengurus kue di Toko Cinde segala sesuatu dia yang megang dan anak kedua mengurus untuk di Palembang Indah Mall, anak ketiga menjadi assisten pribadi dan photografer dan mengurus jadwal kegiatan sehari saya, dan nomor empat berperan urusan keluar masuk duit seperti mau belanja dan lain-lain harus lapor ke anak nomor empat, sedangkan nomor lima masih TK menggunakan namanya sebagai nama produk, sedangkan karyawan hanya kebagian untuk pemanggangan kue saja dan semua atas pengawasan anak.
“Saya sendiri leluasa untuk mengisi kegiatan di luar sedangkan toko jalan terus sampai saat ini dan pelanggan terus bertambah tidak saja pembeli dari Sabang sampai Merauke juga sampai ke luar negeri, karena kue nya bisa bertahan selama 4 hari di suhu ruang dan 2 Minggu di suhu kulkas (pendingin), semoga Dapur Bunda Rayya lebih dikenal lagi dan pemerintah lebih memperhati kan lagi UMKM di Sumsel” pungkasnya. (eh)
Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *