KORDANEWS – Semarak kegiatan Pramuka yang semakin berkurang belakangan ini dinilai Gubernur Sumsel H.Herman Deru perlu mendapat perhatian khusus. Atas dasar itupula Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Provinsi Sumsel itu menginstruksikan jajarannya untuk segera mengaktifkan kembali Bumi Perkemahan milik Provinsi Sumsel yang berada di kawasan Kecamatan Gandus.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat menghadiri Pengukuhan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah Sumsel Tahun 2019, di Auditorium Bina Praja, Jumat (9/8) sore.
” Dulukan ini sempat sengketa, dan sekarang sudah selesai. Saya minta Bumi Perkemahan ini segera diaktifkan kembali. Kepada Dinas Perkim tolong fasilitas air dan kebutuhan dasar lainnya segera dipenuhi agar Bumi Perkemahan ini bisa digunakan oleh kabupaten/kota lainnya se Sumsel,” jelasnya.
Menurutnya fasilitas yang dimiliki untuk organisasi Kepramukaan itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal tak untuk mempraktekkan teori yang didapat dengan aksi di lapangan. Selain itu tempat itu jiga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan Pramuka seperti pelatihan penanggulangan bencana bekerjasama dengan Dinas sosial (Dinsos).
” Jadi masyarakat bisa melihat Pramuka itu bukan seragamnya atau tepuk tangan saja tapi ada fungsi sosialnya juga,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga berpesan kepada Ketua Kwarda masing-masing Kabupaten/Kota di Sumsel untuk menghidupkan kembali semarak kegiatan Pramuka di sekolah-sekolah di desa-desa dan daerah.
“Sekarang saya lihat semarak itu berkurang. Padahal Pramuka ini adalah organisasi dunia yang sudah teruji mampu menciptakan generasi yang membanggakan. Dulu zaman tiap sekolah ada Gudep-gudep dan jadi ekskul favorit. Kita harus akui bahwa Pramuka sangat penting dalam mendidik mental dan fisik bagi anak-anak kita,” jelasnya.
Namun demikian Ia juga tetap mengingatkan agar dalam aplikasinya di lapangan Pramuka tidak melanggar aturan. Termasuk misalnya menerapkan pendidikan bergaya semi militer. ” Pramuka itu membanggakan jangan sampai ingin bergaya militer malah makan korban. Saya tidak mau itu terjadi,” jelasnya.













