KORDANEWS – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan 10.000 alat pelindung diri berupa masker kepada masyarakat di seputaran Kota Palembang, kegiatan ini merupakan aksi respon cepat untuk mengurangi dampak bahaya dari polusi asap yang masih menyelimuti Provinsi Provinsi Sumsel dan sekitarnya. (5/9)
Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, kualitas udara masih dikategorikan baik, penjelasan baik yang dimaksud adalah tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan maupun nilai estetika.
Ditemui terpisah Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan tegas tentang hotspot atau firespot yang besar, sehingga kemungkinan penyebabnya adalah kabut radiasi seperti yang diistilahkan oleh BMKG.
“Mungkin juga ada tetangga atau asap lain yang masuk ,” katanya
Sementara, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dra. Lesty Nuraini, Apt M.Kes, pembagian masker yang dilakukan pada beberapa tempat antara lain simpang charitas, simpang polda, simpang jakabaring dan di beberapa sekolah, merupakan respon cepat yang tujuan utamanya menginisiasi dan megedukasi masyarakat agar mulai menggunkan masker jika keluar rumah.
“ Untuk mengantisipasi dampak buruk karhutla, dimana tadi pagi terasa adanya kabut yang cukup menghalangi jarak pandang dan dikhawatirkan mengganggu pernapasan/kesehatan, selain masker juga dibagikan selebaran berisi himbauan pada masyarakat bagaiman menghadapi musim kering dan asap supaya tidak sakit,”
Kedepan Ia berharap agar masyarakat secara mandiri mampu mengatasi permasalahan kesehatan khususnya menghadapi dampak buruk asap yg bisa datang mendadak .
“Oleh sebab itu pula menurutnya, menggunakan masker saat berpergian keluar rumah dapat mengurangi paparan partikel kabut asap,” tambahnya













