KORDANEWS – Para peneliti asteroid dan insinyur pesawat ruang angkasa dari AS, Eropa, dan bagian lain dunia akan bertemu di Roma, Italia, pekan ini untuk pertemuan tiga hari membahas rencana terbaru mereka untuk misi pesawat ruang angkasa yang akan membelokkan asteroid, sebagaimana dilaporkan Digital Trends pekan lalu.
Proyek ambisius ini adalah bagian dari upaya percobaan untuk menunjukkan bahwa teknik ini suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai metode pertahanan planet yang efektif.
Misi ini, yang disebut Penilaian Defleksi Dampak Asteroid atau Asteroid Impact Deflection Assessment (AIDA), bertujuan untuk menabrak pesawat ruang angkasa ke tubuh yang lebih kecil (berdiameter 160 meter) dari dua asteroid Didymos dalam upaya untuk mengubah arahnya saat meluncur antara Bumi dan Mars.
Jika berhasil, pesawat ruang angkasa kedua akan merekam momen tumbukan dan mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk menilai efek tabrakan itu.
Misi ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada musim panas 2021, dengan pesawat ruang angkasa DART (Double Asteroid Impact Test) NASA yang akan menabrak sasarannya dengan kecepatan 4,1 mil per detik ketika mencapai batuan ruang angkasa itu pada September 2022.













