HeadlinePeristiwaSumsel

Paling Ekstrim, Kabut Asap Selimuti Palembang Hari Ini

×

Paling Ekstrim, Kabut Asap Selimuti Palembang Hari Ini

Share this article

KORDANEWS — Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan jika kabut asap yang melanda Kota Palembang pada Senin (14/10), merupakan paling parah atau Ekstrim dibandingkan dengan hari lainnya.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji menjelaskan angin permukaan yang tercatat umumnya dari arah Timur–Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Tak hanya itu LAPAN juga menambahkan bahwa pada hari ini tercatat di beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang.

“Kondisi ini menjadikan kondisi terekstrim selama berlangsungnya Karhutla dengan indikasi kwantitas dan jarak pandang yang terjadi. Intensitas Asap umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dan sore hari (16.00-20.00) dikarenakan labilitas udara yang stabil pada waktu-waktu tersebut,”Ujarnya (14/10).

Selain itu, fenomena Asap dapat diindikasikan
dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye/merah pada pagi/sore hari.

Menurutnya, indikasi tersebut berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi sehingga membentuk fenomena Kabut Asap yang umumnya terjadi pada pagi hari.

“Sedangkan Jarak Pandang Terendah pada kabut asap hari ini berkisar hanya 50-150 m dari jam 06.30-08.30 WIB dengan Kelembapan pada saat itu 95-96% dengan keadaan cuaca Asap yang berdampak 7 penerbangan di Bandara SMB II Palembang  delay (tertunda),” ungkapnya.

Untuk potensi hujan, Bambang mengatakan ada kemungkinan kondisi Hujan akan turun di kota Palembang. Dengan melemahnya Badai Tropis Hagibis di Laut Cina Selatan dan masih adanya pusat tekanan rendah di wilayah tersebut mengakibatkan adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah tersebut dari wilayah Indonesia.

Akibat tersebut menurunnya potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel pada tiga hari ke depan (14-16 Oktober 2019).

Namun jika kondisi angin timur yang menuju pusat tekanan rendah di Samudera Hindia akan membawa uap air dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa menyebabkan potensi hujan di wilayah Sumsel bagian Barat-Utara seperti di Kab. Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau, Kab. Muba, Kab. Lahat, dan Kab. Muara Enim yang di perkirakan terjadi pada tanggal 17-18 Oktober 2019.

“Sedangkan secara Lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal (awan konvektif) akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis dan berpotensi petir disertai angin kencang,” tutup Bambang (Ab)

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *