KORDANEWS – Rasa lapar bisa datang kapan saja, tanpa diundang. Apalagi di malam hari, beberapa saat sebelum Anda tidur. Biasanya makan di larut malam enaknya yang pedas, supaya badan jadi lebih hangat waktu tidur. Akan tetapi, makan pedas sebelum tidur justru bisa membuat sebagian orang jadi susah tidur atau mimpi buruk. Pernahkah Anda mengalaminya? Kira-kira apa penyebabnya, ya? Berikut adalah jawaban lengkap dari para ahli.
Pengaruh makanan pada kualitas tidur
Anda mungkin pernah dengar kalau minum susu di malam hari bisa membantu tidur lebih nyenyak. Ini bukan sekadar mitos, lho. Mengonsumsi makanan tertentu sebelum tidur ternyata memang bisa memengaruhi kualitas tidur Anda. Jika susu bisa bikin tidur lebih nyenyak, makan pedas sebelum tidur justru bisa mengganggu waktu istirahat tubuh Anda.
Saat memejamkan mata, Anda tak akan langsung tertidur pulas. Anda akan masuk tahap pertama tidur, yaitu tidur “ayam”. Anda mungkin masih setengah sadar dan bisa mendengar sedikit-sedikit suara di sekitar Anda. Kemudian masuklah ke tahap yang lebih dalam, tapi belum begitu pulas. Pada tahap kedua aktivitas otak berkurang dan detak jantung melambat. Berikutnya adalah tahap tidur pulas. Anda sudah kehilangan kesadaran akan hal-hal di sekitar Anda dan tubuh mulai melakukan berbagai perbaikan atau regenerasi sel-sel yang rusak. Pada tahap keempat yang disebut dengan REM (rapid eye movement), Anda biasanya mulai bermimpi. Ini karena pada tahap REM, otak yang tadinya melambat kembali aktif. Namun, otot-otot Anda tetap melemas dan beristirahat.
Pada tahap keempat atau REM inilah biasanya otak akan bereaksi terhadap makanan yang dikonsumsi sebelum Anda tidur. Pasalnya, tahap REM terjadi kira-kira 90 menit setelah tahap tidur “ayam”. Pada saat inilah makanan yang tadi Anda makan mulai dicerna dan diserap oleh tubuh. Maka, beragam zat dan kandungan dalam makanan pun mulai bereaksi dalam tubuh.













