KORDANEWS – Hilangnya jerawat bukan berarti masalah selesai. Bisa jadi, jerawat menyisakan bekas kemerahan atau membuat kulit menghitam. Kalau sudah begini, Anda tentu mencari cara untuk menghilangkan bekas jerawat di wajah Anda. Tanpa Anda sadari, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu Anda menyamarkan atau bahkan menghilangkan bekas jerawat. Ini dia beberapa kebiasaan baik untuk menuntaskan masalah noda jerawat.
Kebiasaan yang dapat menghilangkan bekas jerawat
Tak dipungkiri, adanya bekas jerawat dapat membuat seseorang tidak percaya diri. Itu sebabnya, berbagai cara dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat.
Tak perlu dengan cara yang rumit, beberapa kebiasaan berikut ternyata dapat berguna untuk menghilangkan bekas jerawat.
1. Mencuci wajah secara rutin
Memiliki kebiasaan mencuci wajah secara rutin adalah salah satu cara untuk menghilangkan bekas jerawat. Rutinitas ini dapat membantu Anda menjaga kebersihan wajah.
Dengan cuci muka secara rutin, Anda dapat mengangkat kulit mati. Anda juga terhindar dari perkembangan bakteri yang menyebabkan infeksi pada bekas jerawat. Dengan begitu, bekas jerawat Anda tidak semakin memburuk dan akan lebih mudah hilang.
2. Tidak menyentuh wajah langsung dengan tangan
Tangan menjadi salah satu anggota tubuh yang mudah terpapar bakteri. Tidak menyentuh wajah dengan tangan dapat meminimalkan terjadi peradangan kembali pada bekas jerawat dan mencegahnya terhadap infeksi.
Dengan begitu, bekas jerawat yang sudah ada tidak akan memburuk dan dapat berangsur membaik.
3. Cukupi asupan air
Kebiasaan ini mungkin tidak dapat menghilangkan bekas jerawat secara langsung. Namun, kebiasaan baik ini sangat berperan untuk kesehatan kulit Anda.
Biasanya, setelah jerawat hilang, muncul beberapa masalah, seperti kulit kering akibat pengobatan jerawat yang dilakukan sebelumnya atau munculnya bekas jerawat. Minum air dapat jadi salah satu cara merawat wajah setelah jerawat sembuh.
Bekas jerawat yang tertinggal pada wajah terkadang menimbulkan peradangan. Kulit yang kering atau tidak terhidrasi lebih rentan mengalami inflamasi.













