KORDANEWS – Air terjun terbesar di dunia, Air Terjun Victoria yang terletak di perbatasan Zimbabwe dan Zambia, mengalami kekeringan parah, yang belum pernah terjadi sebelumnya di saat musim kemarau melanda Afrika Selatan.
Presiden Zambia, Edgar Lungu menjelaskan, debit air paling rendah terjadi tahun ini. Sebagian area air terjun bahkan sudah tidak mengalirkan air lagi. Di tebing yang menjadi tempat air deras mengalir, kini mengering dan tampak bebatuan licin berwarna gelap.
Menurut Presiden Lungu, perubahan iklim membuat Air Terjun Victoria mengalami kekeringan parah. Masalah ini disebutnya sudah sangat serius namun orang-orang di Zambia meremehkan peringatan alam ini yang satu hari dapat melenyapkan Air Terjun Victoria selamanya.
“Apakah kita ingin membiarkan Zambezi tanpa Air Terjun Victoria yang hebat? Ini masalah serius, yang orisinal. Dan mengejutkan ketika orang meremehkannya dan perubahan iklim dianggap tidak nyata. Mungkin mereka hidup di dunia yang berbeda. Tapi dunia tempat kita hidup ini, Zambia, kita merasakan dampak perubahan iklim sangat buruk. Dan itu berdampak pada semua orang,” kata Presiden Lungu kepada Sky News, seperti dikutip dari India Times, 6 Desember 2019.
Presiden Lungu juga menyerukan agar negara-negara kaya melakukan lebih banyak upaya mengatasi perubahan iklim dan membantu negara-negara miskin.
Zambia sangat bergantung pada sumber daya alam air, sehingga pengeringan seperti terjadi di Air Terjung Victoria, akan membuat jutaan rakyat Zambia akan kelaparan.













