“Hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumatra Selatan akan berpotensi tetap terjadi selama musim hujan. Adanya potensi kabut radiasi pada dini hingga pagi hari yang dapat mengurangi jarak pandang,” tuturnya.
Namun kondisi ini akan menurun pada 19-22 Februari 2020 dan kembali meningkat pada 22-24 Februari mendatang.
“Untuk itu kami mengingatkan kepada warga Sumatra Selatan untuk tetap waspada potensi bencana hidrometeorologi. Mulai dari genangan/banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang atau puting beliung, “ujarnya. (Ab)
Editor : Jhonny













