Saat itu, Eliza merancang gaun dengan 25 motif songket yang didesain khusus untuk meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada ada peluncuran songket Palembang-Sumsel.
Setelah songket, kata Eliza, kini giliran jumputan yang harus mendapat tempat di pentas nasional. Eliza mengatakan sudah mendapatkan dukungan dari Disperindag Sumsel dan beberapa SKPD terkait untuk menyukseskan acara ini.
Ia juga akan membawa serta istri kepala daerah dari 17 kabupaten/kota dan beberapa undangan terbatas untuk “berjualan” jumputan dan kerajinan khas Sumsel pada bazar tersebut.
Eliza juga mengajak perempuan Sumsel untuk lebih sering memakai jumputan dan kain tradisional buatan perajin Sumsel.
“Siapa lagi yang akan membesarkannya kalau bukan kita,”katanya.
editor : ardi
sumber : tribunsumsel.com













