KORDANEWS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan kecukupan stok bahan pangan diprediksi akan cukup sampai lima bulan ke depan. Bahkan Stok akan tersebar di setiap gudang milik bulog di hampir seluruh wilayah Sumsel.
“Ini stok kami gak ada yang impor. Semua hasil panen petani kita yang mana dalam waktu dekat akan ada panen raya,” jelas dia saat meninjau Gudang Bulog, Jumat (20/3).
Saat ini ketersediaan beras bulog ada sekitar 16.000 ton. Di mana April mendatang akan ada panen raya yang di prediksi menghasilkan 40.000 ton beras.
“Dengan 56.000 ton itu maka, ketersediaan beras kita bisa mencapai 10 bulan ke depan,” jelas dia.
Sedangkan untuk ketersediaan gula, Herman mengakui bahwa ada tambahan stok gula yang masuk. Diperkirakan dalam tiga pekan mendatang akan ada 1.000 ton yang masuk. Dirinya tidak menampik ada kenaikan harga gula yang mencapai Rp17.000 perkilogramnya.
“1.000 ton gula akan kita terima dalam waktu dekat sehingga kita harapkan harga gula di Sumsel bisa kembali menurun. Sedangkan untuk pangan lainnya seperti daging, telur, dam bawang masih aman ,” jelas dia.
Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat Sumsel tidak panik dalam menghadapi wabah virus Corona. Menurutnya, kepanikan hanya akan membuat produktifitas masyarakat menurun dan cenderung membeli barang secara berlebihan.
“Saya sudah instruksikan untuk ada pembatasan pembelian gula, maksimal dua kilogram dan beras 10 kilogram. Stabilitas mental masyarakat harus dijaga jangan sampai ada panic buying,” ungkap.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Taufik menjelaskan, stok pangan di Sumsel terus dipersiapkan apa lagi dalam waktu dekat masuk bulan puasa dan hari raya. Untuk stok daging sapi, pihaknya memastikan ada 3.200 ekor sapi di Sumsel yang siap potong. Jumlah tersebut di luar dari sapi masyarakat.
Sedangkan untuk ketersediaan ayam poting pihaknya mengatakan sejauh ini per minggunya ada sekitar 126.000 ekor sehingga, harga ayam diperkirakan stabil.
“Produksi telur per minggunya saat ini mencapai 1.760 ton. Itu juga belum termasuk yang diproduksi masyarakat dan peternak besar. Jadi untuk kebutuhannya lebih dari cukup,” tandas dia. (Ab)
Editor : Jhonny













